Hot Politik

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto

Jakarta,visioneernews-Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto disebut-sebut banyak pihak merupakan “lawan” kuat Joko Widodo dalam ajang Pilpres 2019. Mengapa Prabowo masih tarik ulur untuk mendeklarasikan diri maju sebagai capres?

Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra dari 34 provinsi seluruh Indonesia sudah mendeklarasikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden 2019. Acara deklarasi berlangsung di sebuah hotel di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (12/3/2018) malam, yang dihadiri oleh para Ketua DPD Gerindra.

Namun dukungan utuh DPD Partai Gerindra dari 34 provinsi di Indonesia itu belum juga membuat Prabowo bersikap tegas tentang pencalonannya sebagai capres 2019. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon memastikan bahwa Prabowo akan mendeklarasikan diri sebagai capres setelah dilaksanakan Rakornas Partai Gerindra 11 April 2018. Namun, pernyataan Fadli Zon juga meleset.

"Saya kira belum ya. Tanggal 11 belum deklarasi. Ini masih rapat koordinasi nasional, apel kader nasional dan intern," kata Prabowo di sela rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Gerindra, Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Partai Gerindra memang masih membutuhkan satu partai untuk berkoalisi dan mengusung Prabowo sebagai capres. Mungkinkah koalisi itu terbentuk bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang selama ini terlihat mesra dengan Partai Gerindra.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, sikap politik Prabowo yang tak segera mendeklarasikan sebagai capres 2019 karena beberapa pertimbangan. Di antaranya, dikhawatirkan akan ada diskriminasi jika Gerindra cepat-cepat mengumumkan partai politik dan cawapres yang akan mengusung Prabowo sebagai capres oleh lawan politiknya.

Waketum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono

“Namun tidak ada kegalauan Partai Gerindra untuk mencalonkan Prabowo sebagai capres 2019. Hanya kita masih menunggu waktu yang baik saja. Dan moment yang tepat harus dibicarakan dengan parpol yang ingin berkolasi, misalnya dengan PKS dan parpol lainnya,” kata Arief kepada visioneernews.com, Sabtu (7/4/2018).

Di sisi lain, Arief juga menepis anggapan bahwa Gerakan Ganti Presiden 2019 bukan gerakan yang diinisiasi oleh Gerindra maupun PKS. “Gerakan itu murni dari masyarakat yang memang sudah tidak menginginkan Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya untuk dua periode,” paparnya.

Menyinggung soal elektabilitas Joko Widodo dari beberapa lembaga survei lebih tinggi dibandingkan elektabilitas Prabowo, Arief berpendapat bahwa elektabilitas yang disajikan lembaga survei tidak bisa dijadikan dasar sebagai pemenang di kursi RI 1.

“Kita juga merasa aneh, kenapa Prabowo yang selalu didesak-desak untuk deklarasi. Wong Jokowi yang sudah cukup mendapat dukungan parpol saja tidak deklarasi-deklarasi kok,”  ungkapnya. (Syarif)

 

e-max.it: your social media marketing partner
Read 104 times
Rate this item
(0 votes)
Guntur Soekarnoputra dan Sukmawati Soerkarnoputri

Jakarta,visioneernews-Puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri di acara Indonesia Fashion Week 2018 menuai kontroversi. Guntur Soekarnoputra meminta adiknya itu meluruskan makna puisinya itu.

Keluarga besar Presiden Pertama RI, Soekarno angkat bicara terkait puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri. Anak tertua Soekarno, Guntur Soekarnoputra memastikan seluruh keluarga Bung Karno sejak kecil dididik dan diajarkan keagamaan sesuai syariat Islam.

"Sebagai anak tertua, saya saksi hidup bahwa seluruh anak Soekarno dididik oleh Bung Karno dan Ibu Fatmawati sesuai syariat Islam," kata Guntur di Jakarta, Selasa (3/4/2018)

"Kami diajarkan syariat Islam dan Bung Karno pun menjalankan semua rukun Islam, termasuk menunaikan ibadah haji," imbuhnya.

Atas nama keluarga besar Bung Karno, Guntur menyesalkan kemunculan puisi Sukmawati yang dibacakan di gelaran Indonesia Fashion Week 2018. Saat itu digelar acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya.

Guntur memilih tidak mau mengomentari lebih jauh puisi adiknya itu. Tapi satu hal yang pasti, puisi yang dibuat Sukmawati sama sekali tidak terkait dengan pandangan dan sikap keluarga Bung Karno, mengenai ajaran agama Islam.

"Itu pendapat pribadi Sukmawati, tidak ada urusannya dengan pandangan dan sikap keluarga," Guntur menegaskan.

"Saya juga yakin puisi Sukma tersebut tidak mewakili sikap keimanannya sebagai seorang muslimah. Dan saya ingin Sukma segera meluruskannya," kata Mas Tok panggilan akrab Guntur Soerkarnoputra. (Syarif)

 

 

e-max.it: your social media marketing partner
Read 93 times
Rate this item
(0 votes)
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Jakarta,visioneernews-Relawan Jaga Indonesia (RJI) meminta semua pihak untuk menjaga NKRI dari segala bentuk ancama. Pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo soal 'Indonesia bisa bubar di tahun 2030' harus disikapi dengan bijak dan solutif. Bukan dijadikan ajang saling serang atau candaan.

"Pidato Pak Prabowo adalah pengingat buat kita semua, bukan hanya ancaman, tapi semangat untuk terus menjaga Indonesia," kata Ketua Relawan Jaga Indonesia, Hamdani di Jakarta.

Menurutnya, Indonesia memang sedang menghadapi ujian hebat di tengah pesta demokrasi berupa pilkada serentak dan persiapan pemilu legislatif serta pemilu presiden 2019.

"Keributan dan kegaduhan jelang pesta demokrasi sangat tidak menguntungkan kita sebagai bangsa, bahaya selalu mengancam. Jadi harus tetap waspada," ujarnya.

Saat ini, lanjut Hamdani, Indonesia butuh kepemimpinan nasional yang kuat dan bisa membebaskan bangsa Indonesia dari kecemasan.

Menurut mantan aktivis HMI ini, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sangat layak untuk memimpin Indonesia ke depan.

"Nasionalisme dari kecintaan Pak Gatot terhadap bangsa ini tak perlu diragukan lagi, dan keberpihakannya kepada rakyat sudah teruji," bilang Hamdani.

Untuk itu, kata Hamdani, Relawan Jaga Indonesia berharap Pak Prabowo bersama Gerinda, PKS, dan PAN bersatu mengusung Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.

"Ayolah Pak Prabowo, satukan hati untuk usung Gatot Nurmantyo sebagai Capres 2019. Gatot Presiden, Indonesia happy," tegas Wakil Sekjen Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) ini. (Hasbih)

 

e-max.it: your social media marketing partner
Read 146 times
Rate this item
(0 votes)
Gubernur Kepri, Muhammad Sani: Saya Ingin Berbuat yang Terbaik

Presiden Joko Widodo melantik tujuh pasang kepala daerah tingkat provinsi yang terpilih pada Pilkada 9 Desember 2015  di Istana Negara, Jumat (12/2). Salah satu kepala daerah yang dilantik yaitu Muhammad Sani, sebagai Gubernur Provinsi Kepulauan Riau periode 2015-2020.

e-max.it: your social media marketing partner
Read 740 times
Rate this item
(0 votes)
  •  Start 
  •  1 
  •  End 
Page 1 of 2

K2 Tags

K2 Calendar

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            

Sering Dibaca

Google Ads

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction