FIGUR

Published in FIGUR

R. Sophia Alizsa: Perum Jamkrindo Menuju Pemimpin Industri Penjaminan di Indonesia

Dec 13, 2017 Hit: 294 Written by  Syarif
R. Sophia Alizsa, Direktur Operasional dan Jaringan Perum Jamkrindo
R. Sophia Alizsa, Direktur Operasional dan Jaringan Perum Jamkrindo

R. SOPHIA ALIZSA sangat mengagumi sosok pejuang wanita nasional RA Kartini. Menurutnya, perjuangan R.A Kartini sangat luar biasa. “Karena kondisinya ketika itu kaum perempuan masih dilihat sebelah mata. Ibaratnya, posisi kaum perempuan di era Kartini masih di belakang kaum pria atau hanya sebagai konco wingking,” kata R. Sophia Alizsa, Direktur Operasional dan Jaringan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) kepada Syarifudin Bachwani dari Majalah Visioneer di ruang kerjanya.

 

Menurut Sophia, begitu ia biasa disapa, perjuangan Ibu Kartini untuk mengubah nasib perempuan bukanlah hal yang mudah. Selain mengajar untuk kaum perempuan di lingkungannya, beliau juga berjuang melalui tulisan-tulisan dalam suratnya kepada rekan-rekannya di Belanda, yang isinya memperjuangkan hak-hak kaum perempuan.

“Saya salut terhadap upaya yang dilakukan Kartini dalam memperjuangankan hak-hak kaum perempuan, yang hasilnya saat ini dapat dirasakan dengan adanya emansipasi wanita,” ujar Sophia mengaku bangga kepada sosok dan perjuangan Kartini.

Berada di era yang berbeda dengan Kartini, saat ini R. Sophia Alizsa adalah wanita satu-satunya yang menduduki jajaran Direksi di Perum Jamkrindo. Sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Penjaminan, Perum Jamkrindo mempunyai peran yang strategis untuk memperkuat Industri Penjaminan di Indonesia.

Wanita yang menjabat sebagai Direktur Operasional dan Jaringan ini selalu terlihat energik, cerdas, dan menarik dalam bertutur tentang perjuangan, strategi dan gagasannya untuk memajukan bisnis penjaminan Perum Jamkrindo, khususnya melalui direktorat yang dipimpinnya.

“Sebagai part of BOD (Board of Director), saya ingin Perum Jamkrindo benar-benar makin mampu berkiprah di kancah nasional, bahkan eksis di tingkat regional dan internasional.”

Berikut lebih jauh petikan wawancaranya:

Bagaimana Anda melihat perjuangan wanita di era emansipasi saat ini?

Kalau kita bicara Indonesia, saya lihat sudah banyak kemajuan. Secara umum, kesetaraan hak atau keseimbangan gender antara kaum perempuan dengan kaum pria sudah semakin baik.Sebagai contoh, Presiden Indonesia pernah dijabat dari kaum perempuan, yaitu presiden kelima, Ibu Megawati Sukarnoputri. Selain itu, posisi menteri, pejabat korps diplomatik, legislatif, dan yudikatif juga sudah banyak yang dijabat oleh kaum perempuan. Bahkan, beberapa tahun terakhir ini, jajaran pejabat di BUMN sudah diisi oleh perempuan.

Pelaksanaan Konferensi ACSIC ke 28 di Nusa Dua Bali

Khusus di Perum Jamkrindo, memang baru saya, dari kaum perempuan, yang menduduki kursi salah satu direksi. Apalagi Menteri BUMN di Kabinet Kerja saat ini dijabat oleh perempuan, yaitu Ibu Rini M.Soemarno.

Jika dilihat dari sisi peranan, kaum perempuan tidak kalah kok dengan kaum pria. Lihat saja, menteri-menteri yang berani dan cerdas, seperti Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti, yang memiliki semangat kerja sangat luar biasa untuk bangsa ini. Beliau-beliau adalah strong women yang bisa kita jadikan tauladan.

Ibu Susi, misalnya, karena kegigihannya untuk belajar secara otodidak, pengalamannya sebagai pelaku usaha yang ulet dan pantang menyerah ditambah keberanian serta ketegasannya, beliau sangat disegani. Bahkan beliau sering tampil sebagai pembicara di forum-forum internasional, sungguh membanggakan dan membuka mata banyak pihak yang semula meragukan kapasitasnya.

Begitu pula Ibu Sri Mulyani dan Ibu Rini M. Soemarno tidak diragukan lagi kapabilitasnya sebagai pemimpin yang smart dan tegas. Untuk  tingkat nasional, secara pribadi saya sangat mengidolakan Ibu Sri Mulyani serta Ibu Rini M. Soemarno. Sementara untuk tingkat internasional, saya mengidolakan Margaret Thatcher yang mampu mengemban tugas sebagai Perdana Menteri Britania Raya dengan masa jabatan terlama sepanjang abad ke-20. Saya  juga mengidolakan Hillary Clinton, walaupun sayang kemarin Hillary gagal terpilih sebagai Presiden wanita pertama di AS.

Mengapa mengidolakan Sri Mulyani dan Rini M. Soemarno?

Beliau adalah perempuan dan tokoh nasional yang sama-sama tangguh, struggle, cerdas, dan berjuang untuk kepentingan bangsa ini.

Bagaimana seorang perempuan menjalankan kepemimpinannya?

Saat ini banyak lembaga atau perusahaan yang cenderung memprioritaskan untuk menempatkan perempuan dibandingkan pria terutama di bidang tertentu. Hal ini terkait sifat dan gaya yang dimiliki kaum perempuan berbeda dengan kaum pria, terutama dalam komunikasi.

Penandatanganan MoU Perum Jamkrindo dengan FOGAPE (Perusahaan Penjaminan Milik Chile)

Walaupun perempuan dan pria memiliki kemampuan leadership dan management yang mungkin sama, namun perempuan lebih mampu menggunakan personal touch. Saya juga mencoba menjalankan prinsip kepemimpinan yang diajarkan Ki Hajar Dewantoro, yaitu ‘Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani’. Artinya, figur seorang pemimpin yang baik adalah selain mampu menjadi suri tauladan atau panutan, ia juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral agar orang-orang di sekitarnya dapat bekerja dengan nyaman dan optimal.

Jika ajaran Ki Hajar Dewantara itu dilaksanakan oleh kaum perempuan, maka manfaatnya sangat luar biasa. Saat ini masih ada anggapan bahwa kaum perempuan dalam bekerja lebih banyak menggunakan perasaan dibandingkan logika. Saya tidak sepenuhnya setuju dengan penilaian itu. Memang masih ada yang seperti itu, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, untuk jabatan atau posisi tertentu, kaum perempuan sudah bisa menyeimbangkan antara perasaan dan logika, sehingga seharusnya tidak ada istilah “baper” lagi.

Ketika seorang perempuan menjadi pemimpin, dia masih dituntut untuk memerankan kodratnya sebagai perempuan.  Di sisi lain, dia juga harus tetap fight dan tegas dalam menjalankan tugasnya. Itulah kelebihan kaum perempuan dibandingkan dengan kaum pria, karena perempuan memiliki kemampuan multi tasking. Artinya, perempuan mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan atau berdekatan.

Contoh sederhana dan sering terjadi adalah ketika seorang Ibu sedang berada di rumah. Sambil mengerjakan pekerjaan rumahnya, pada waktu yang sama dia mampu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kolega dan mitra kerjanya untuk urusan bisnisnya atau pekerjaan di kantor. Hal itu juga biasa saya lakukan, sepadat apapun aktivitas pekerjaan saya. Namun saya tetap menyempatkan diri untuk mengurus rumah.

Bisa dikatakan perempuan lebih teliti dalam melakukan suatu kegiatan?

Ya, perempuan secara umum memang lebih teliti, fokus dan lebih care pada hal-hal kecil dan detail. Namun, semua itu tergantung dari level kematangan perempuan itu sendiri. Pada level tertentu, perempuan mampu melakukan kegiatan yang sifatnya strategis.

Jadi, intinya, seorang perempuan pada dasarnya mampu untuk melakukan pekerjaan strategis dan taktis maupun pekerjaan yang bersifat kecil dan detail.

Bagaimana Anda menerapkan dedikasi kinerja kepada karyawan perempuan di Direktorat Operasional dan Jaringan Perum Jamkrindo?

Saya sering mengingatkan karyawan perempuan untuk selalu bersikap profesional, tidak baper dan tidak boleh kalah dengan karyawan laki-laki. Dalam bekerja saya memilih lima prinsip yang biasa saya sharingkan kepada karyawan. Pertama, selalu menjaga integritas. Integritas itu harus dijaga sampai kita menutup mata atau sampai akhir khayat, mulai dari disiplin, kejujuran, komitmen, selalu satu antara kata dan perbuatan.

Kedua, jaga attitude yaitu sikap dan perilaku. Ketiga, jaga penampilan atau appearance. Keempat, menjaga kesehatan dan stamina. Kelima, menjaga kapabilitas. Artinya, secara knowledge dan secara kompetensi, harus benar-benar terus ditingkatkan agar selalu siap menghadapi perubahan.

Selain itu, untuk menghasilkan kinerja yang bagus, team work kita harus solid. Karena itu, komunikasi saya sebagai pimpinan di direktorat ini harus bagus dengan staf dan karyawan. Bagi saya karyawan adalah aset penting bagi perusahaan (human capital).

Anda merupakan satu-satunya wanita yang menjabat direksi di Perum Jamkrindo. Bagaimana akhirnya Anda bisa berlabuh di Perum Jamkrindo dengan jabatan Direktur Operasional dan Jaringan?

Saya memulai karier profesional di Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui jalur Calon Staf Pimpinan (CSP) atau biasa dikenal dengan ODP (Officer Development Program). Saya cukup lama berkarier di BRI, dan alhamdulilah selama berkarya di BRI, saya mendapat kesempatan mendapatkan penugasan di beberapa bidang yang cukup beragam (SDM, logistisk, audit). Termasuk ketika saya mendapatkan tugas sebagai Wakil Pemimpin Wilayah, saya menangani dan mengelola beberapa bidang pekerjaan, baik bisnis maupun supporting (operasional, SDM, Manajemen Risiko), serta membawahi banyak Kantor Cabang.

Ketika saya menjabat sebagai Kepala Divisi Jaringan, saya harus menangani pengembangan jaringan BRI seluruh Indonesia, baik outlet-outlet mikro maupun ritel termasuk electronic channel (e-channel), ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Terakhir, sebelum saya mengakhiri karier saya di BRI, saya diberi amanah menjabat sebagai Pemimpin Cabang Khusus (Pincasus). Kantor Cabang Khusus (KCK) BRI merupakan Kantor Cabang yang khusus didirikan dengan tugas khusus untuk meng-handle nasabah-nasabah besar dan korporasi, levelnya setingkat Kantor Wilayah atau Divisi.

Menangani nasabah-nasabah besar tentu tidak mudah dan memiliki tantangan tersendiri, sehingga saya banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman. Selain itu dari segi operasional perbankan juga sangat beragam dan nilai atau magnitude-nya yang sangat besar. Apalagi dalam sejarahnya, ternyata saya merupakan perempuan pertama yang ditugaskan sebagai Pincasus, semoga saja di kesempatan berikutnya Pemimpin KCK akan diisi oleh perempuan.

Alhamdulilah selama mengelola KCK BRI dalam waktu hampir 1,5 tahun, saya dapat menjalankan tugas itu dengan baik dengan performance yang luar biasa. Semua capaian itu karena dukungan dari tim saya yang luar biasa atau bisa dikatakan keberhasilan saya di KCK karena team work yang solid.

Nah, Sesaat sebelum penugasan saya di BRI berakhir, saya mendapat penugasan dari pemerintah dalam hal ini BUMN, sebagai salah satu Direktur di Perum Jamkrindo.

Foto bersama Kementerian Agriculture Bulgaria

Pernah terbayangkan sebelumnya, Anda akan mengembangkan karier di perusahaan penjaminan kredit, seperti di Perum Jamkrindo?

Sebelumnya tidak pernah terpikir kalau saya ditempatkan di sebuah Perusahaan Penjaminan. Saya merasa penugasan di Perum Jamkrindo sesuatu banget karena industri penjaminan merupakan hal yang baru bagi saya, walaupun dengan perbankan sama-sama industri keuangan.

Saat ini saya menangani Direktorat Operasional dan Jaringan, yang terdiri dari bidang Teknik & Administrasi Penjaminan, Klaim & Subrogasi, Teknologi & Informasi (TI) dan Jaringan dan Layanan. Artinya, saya harus segera melakukan re-engineering process di sini. Sekarang saya mulai menata bidang operasional dan jaringan. Untuk operasional, misalnya, saya menangani teknik dan administrasi penjaminan, mengelola klaim dan subrogasi, mengembangkan informasi dan teknologi (IT), dan mengembangkan jaringan.

Tentu, ini merupakan tantangan bagi saya, dan saya berusaha untuk terus memperbaiki supaya bisa membantu pengembangan bisnis Perum Jamkrindo menjadi lebih kencang lagi. Karena itu, menurut saya, ada tiga hal yang harus dibenahi di Perum Jamkrindo, yaitu pembenahan business process sehingga menjadi lebih effisien, pengembangan System IT yang terintegrasi di semua aspek, karena saat ini sudah era digital, dan people atau SDM yang profesional.

Anda optimis Perum Jamkrindo bisa berlari kencang?

Mudah-mudahan, jika ketiga tahap itu sudah berjalan dengan baik, Perum Jamkrindo tentu dapat berlari lebih kencang. Memang butuh kesabaran membenahi semua itu, tapi saya yakin bisa dilakukan. Seperti juga yang sudah dilakukan di industri perbankan, yang sudah “highly regulated”.

Pertumbuhan Perum Jamkrindo seperti sekarang ini, sudah dapat dikatakan bagus. Saya yakin, ke depan, kami semua yang ada di Perum Jamkrindo, bisa membangun perusahaan ini sebagai leader di industri penjaminan. Selain Perum Jamkrindo merupakan satu-satunya BUMN yang menjadi pemain di industri penjaminan, saat ini terdapat pemain penjaminan di tingkat provinsi, yaitu PT. Jamkrida yang saat ini jumlahnya sekitar 20-an dan masih akan disusul oleh provinsi lain untuk mendirikan Jamkrida-Jamkrida baru di masing-masing provinsi. Selain itu ada beberapa perusahaan penjaminan swasta, termasuk anak perusahaan Jamkrindo yaitu PT. Penjaminan Jamkrindo Syariah.

Jika dibandingkan dengan jumlah pemain di industri keuangan lainnya, pemain yang bergerak di industri penjaminan relatif sedikit. Sementara pasarnya ke depan akan sangat luar biasa. Jadi, jika kami tidak segera memperkuat dan membenai tiga hal yang saya sebutkan di atas, jalannya akan lambat.

Sebagai Direktur Operasional dan Jaringan, saya menangani Teknik & Administrasi Penjaminan, yang salah satu tugasnya adalah menentukan tarif atau “pricing” dari produk-produk penjaminan. Makanya, jika business process internal kami sudah efisien, maka pricing yang kami tetapkan bisa lebih murah dan bersaing.

Saat ini, kami sudah mengembangkan aplikasi penjaminan on-line secara lengkap dan terintegrasi mulai dari hulu ke hilir, sejak proses penjaminan, klaim sampai dengan subrogasi. Proses tersebut sudah sudah di-link-an dengan cash management system (CMS) Bank yang bekerjasama dengan Perum Jamkrindo.

Untuk tahap pertama dengan BRI dan saat ini sudah berjalan. Tahap selanjutnya dengan Bank BNI yang saat ini sedang dalam proses pengembangan, setelah iitu dilanjutkan dengan mitra lainnya.

Sebetulnya untuk aplikasi penjaminan secara on- line sudah dikembangkan dan diimplementasikan sebelumnya, terutama untuk kerja sama dengan perusahaan non bank, tetapi akan diintensifkan lagi dan dibuat secara lengkap dari hulu ke hilir.

Bagaimana tren pengembangan bisnis produk yang ada di Perum Jamkrindo hingga saat ini?

Di Perum Jamkrindo ada dua jenis penjaminan, yaitu penjaminan langsung dan tidak langsung. Untuk penjaminan langsung, nasabah bisa datang langsung ke Perum Jamkrindo, untuk mendapatkan layanan penjaminan kredit, misalnya untuk jenis surety bond.

Untuk penjaminan tidak langsung, kami kerja sama dengan bank, multi finance, dan institusi keuangan lainnya. Sehingga nasabah tidak perlu datang langsung kepada kami, sebab yang berurusan dengan nasabah adalah bank, multi finance, atau institusi keuangan lain itu sendiri. Sementara kesepakatan kerja sama antara Perum Jamkrindo dengan pihak bank, multifinance, dan institusi keuangan lain, untuk menjaminkan seluruh nasabahnya, baik yang mengambil kredit atau pembiayaan, dijaminkan kepada Perum Jamkrindo. Penjaminan ini melalui mekanisme perjanjian kerja sama. Dengan demikian, performance dari kredit yang diberikan tergantung dari prudent atau tidaknya institusi keuangan tersebut dalam memberikan kredit atau pembiayaan kepada nasabah.

Jadi, kami tidak bersentuhan langsung dengan nasabahnya. Kami hanya berhubungan dengan perusahaan yang memberikan kredit atau pembiayaan kepada nasabah tersebut.

Ada strategi lain untuk memajukan Direktorat Operasional dan Jaringan khususnya dan Perum Jamkrindo umumnya?

Saat ini, Perum Jamkrindo memiliki peran strategis dalam industri penjaminan kredit di Indonesia. Saya yakin pasarnya ke depan akan semakin besar. Ke depan, industri penjaminan diharapkan dapat lebih berperan dalam pembangunan perekonomian di Indonesia, sebagai partner atau mitra bank serta industri keuangan lainnya. Terutama untuk membantu memajukan segmen UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia.

Contoh peran Perum Jamkrindo sebagai penjamin dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang targetnya sebesar Rp 110 triliun. Jika Perum Jamkrindo melakukan penjaminan KUR separuh saja dari target, maka kredit yang dijamin sudah lebih dari Rp 50 triliun.

Kami sebagai partner bank, mensupport perbankan dalam membantu UMKM, supaya bisnis usaha yang dilakukan pelaku UMKM di Indonesia semakin menggeliat. Manfaat yang dirasakan oleh bank dengan adanya penjamin adalah adanya transfer risiko kepada penjamin bilamana terjadi default/ non performing atas kredit/pembiayaan yang dilakukan. Selain itu, dengan adanya eksposur risiko yang dijamin oleh penjamin, maka bank dapat meningkatkan kapasitas kredit atau pembiayaannya tanpa menambah modal.

Dalam menjalankan jasa layanan kepada nasabah, tentunya faktor hospitality juga diperhatikan, misalnya dalam memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada nasabah. Bagaimana pelayanan di direktorat yang Anda pimpin?

Sekarang kami memiliki divisi baru yaitu Divisi Jaringan dan Layanan. Dulu, bidang itu hanya merupakan bagian dari tugas Divisi Perencanaan dan Pengembangan. Sesuai dengan namanya, tugas utama dari divisi ini adalah untuk meningkatkan kualitas layanan kepada mitra dan mengoptimalkan produktivitas di cabang sebagai jaringan distribusi produk-produk penjaminan kami.

Menurut saya, divisi ini sangat penting mengingat produk yang kita tawarkan kepada mitra atau nasabah secara umum hampir sama dengan produk yang ditawarkan perusahaan sejenisnya. Satu-satunya yang dapat kita lakukan untuk membedakan kita adalah dari sisi pelayanan, fitur, serta kemudahan cara mengaksesnya.

Salah satu upaya yang kami lakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan adalah dengan menyediakan Mobil Layanan Penjaminan. Saat ini mobil layanan ini memang baru ada di kantor-kantor wilayah. Ke depan, kami juga akan memperbanyak mobil layanan kami sampai ke kantor-kantor cabang besar.

Untuk tahap awal, kami memanfaatkan mobil layanan untuk keperluan branding, sekaligus sosialisasi, literasi, dan memberikan informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan penjaminan kepada masyarakat. Saya juga bermimpi, Perum Jamkrindo itu bisa menawarkan pricing yang menarik, proses bisnis yang efisien, karyawan yang handal dan berkualitas. Karena itu, kita harus menciptakan produk dan layanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dan mitra Perum Jamkrindo. (***)

e-max.it: your social media marketing partner
Last modified on Wednesday, 13 December 2017 14:06
Read 294 times
Rate this item
(0 votes)

K2 Tags

K2 Calendar

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            

Sering Dibaca

Google Ads

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction