FIGUR

Published in FIGUR

Nikson Nababan: Saya Ingin Taput Mandiri, Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Mar 17, 2018 Hit: 658 Written by  Syarif
Bupati Tapanuli Utara, Drs Nikson Nababan MSi
Bupati Tapanuli Utara, Drs Nikson Nababan MSi Foto: Istimewa

 

SELAMA 3 tahun 8 bulan menjabat Bupati Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Drs Nikson Nababan, MSi, mampu membuat perubahan kemajuan daerah berpenduduk 295.613 jiwa tersebut.

 

Pengalaman dan intuisi Nikson Nababan selama menjadi wartawan di media nasional yang melakukan tugas jurnalistik hingga ke polosok-pelosok desa di Tapanuli Utara, menjadi bekal baginya untuk membenahi sekaligus membangun tanah kelahirannya itu ketika menjadi Bupati sejak 8 April 2014.  Pria kelahiran Siborongborong, 5 Oktober 1972 ini membuat terobosan dan inovasi serta visioner dalam upaya memajukan pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara di tengah keterbasan waktu masa jabatannya sebagai Bupati.

Nikson Nababan pun merancang program skala prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Tapanuli Utara. Dengan motto ‘tiada yang mustahil’, selama 3 tahun lebih Nikson Nababan melalui Visi dan Misi untuk mewujudkan mimpi menjadikan Tapanuli Utara yang Mandiri, sehingga mampu memberikan kontribusi kepada pemerintah pusat.

Mengetahui Tapanuli Utara memiliki banyak potensi sumber daya alam, Nikson Nababan ingin menjadikan daerah ini sebagai Lumbung Pangan serta Lumbung Sumber Daya Manusia yang berkualitas,  serta daerah wisata didukung dengan pelaksanakan misi-misinya.

Nikson Nababan yang aktif turun ke desa-desa juga membuat program untuk pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, serta pemerintahan, disamping tetap melaksanakan sektor lainnya. Melalui kebijakannya, Bupati Nikson mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merubah pola pikir yang mengatakan bahwa ‘Tapanuli Utara merupakan peta kemiskinan’ sehingga lebih semangat untuk mencapai kesejahteraan dan mendorong agar lebih gigih bekerja dan berusaha.

Kabupaten Tapanuli Utara memang telah berubah dan mengalami kemajuan dari berbagai sektor selama kepimpinan Nikson Nababan yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun ia juga menyadari kerja keras dan semangatnya memajukan Tapanuli Utara masih ada kekurangan di sektor-sektor tertentu, karena keterbatasan APBD, dan waktu masa jabatannya.

Nikson Nababan menyambut Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Terminal Bandara Internasional Silangit

Nikson Nababan pun ingin melanjutkan program pembangunan yang telah dan akan direalisasikannya tersebut dengan mengikuti Pilkada Serentak 2018 yang juga dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Utara. Dalam Pilkada ini, Nikson Nababan berpasangan dengan Sarlandi Hutabarat  SH, sebagai calon Bupati-Wakil Bupati Tapanuli Utara periode 2018-2023.

Pasangan Nikson Nababan dan Sarlandy Hutabarat yang diusung diusung 5  partai, yakni PDI-Perjuangan, NasDem, Golkar, PAN, dan PKB, telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tapanuli Utara untuk maju menjadi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Serentak tahap ketiga yang digelar Rabu 27 Juni 2018 mendatang.

Keberhasilan dan big dream apa saja yang telah ditorehkan dan ingin diwujudkan selama menjabat dan akan melanjutkan kembali kepemimpinannya sebagai Bupati Tapanuli Utara, Syarifudin mewawancarai pria yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan ini. Berikut petikannya:

Selama 3 tahun 8 bulan menjabat Bupati Tapanuli Utara, perubahan dan kemajuan apa saja yang telah Anda realisasikan?

Yang jelas di bidang pertanian, sesuai janji politik saya, Pemkab Tapanuli Utara telah memberikan bantuan pupuk bersubsidi untuk pasca panen. Saat ini,  sebanyak 70 persen petani di Kabupaten Tapanuli Utara sudah menerima bantuan subsidi pupuk tersebut. Sisanya, sebanyak 30 persen masih kita verifikasi kelompok petani yang ingin mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi. Kelompok tani itu tinggal melengkapi data kelompok taninya. Karena bantuan itu harus diberikan kepada kelompok tani yang sudah dilengkapi akta notarisnya serta AD/ART.  

Bantuan pupuk subsidi itu sifatnya pinjaman?

Kelompok tani yang sudah menerima bantuan pupuk bersubsidi itu, nantinya membayar  pinjaman itu setelah panen.

Dukungan pemberian alat-alat mesin pertanian atau alsintan?

Untuk mendorong peningkatan produksi pertanian, kita sudah membeli 12 unit traktor ukuran besar. Alat mesin pertanian itu kita berikan secara gratis kepada kelompok tani. Sementara biaya solar dan operator yang menjalankan mesin traktor itu bersumber dari APBD Pemkab Tapanuli Utara.

Selama tiga tahun ini, luas lahan tidur yang kita kelola untuk peningkatan luas lahan pertanian sudah lebih dari 1000 hektar. Selain memberikan 12 unit mesin traktor kepada masing-masing kelompok tani, kami juga memberikan mesin alat pemotong padi. Jadi, program pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Tapanuli Utara telah mengaplikasikan sistem mekanisasi. Artinya, kita ingin mempercepat Tapanuli Utara sebagai daerah lumbung pangan.

Produksi hasil pertaniannya bagaimana?

Produksi hasil pertanian mengalami peningkatan. Hal ini bisa dilihat dari indek pertanaman (IP)  mengalami peningkatan, dan luas lahannya pun terus bertambah. Artinya, sekarang kita sudah melihat aura positif dan geliat petani dalam melaksanakan usaha taninya semakin semangat.

Penyerahan bantuan alat mesin pertanin (Foto: Sindoweekly.com)

Untuk kepastian harga jual hasil pertanian, kita sudah membuat juga sistem lelang komoditas hasil pertanian, sehingga ada kepastian harga jual bagi petani. Tahun depan, kita akan meningkatkan produk-produk pertanian yang akan mengikuti lelang. Karena itu, kami harus menyiapkan juga cold storage untuk penyimpanan komoditas pertanian itu, seperti tomat, cabai, dan komidtas pertanian lainnya. Intinya, kita ingin mewujudkan para petani di Tapanuli Utara semakin sejahtera.

Kita juga ingin menjadikan petani itu sebagai orang yang terhormat. Jadi, dalam melakukan pekerjaannya sebagai petani bukan menjadi pekerjaan sampingan, namun menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Itu antara lain target kita dalam meningkatkan produksi hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Tapanuli Utara.

Program penambahan luas lahan pertanian di Tapanuli Utara?

Sebelumnya banyak lahan tidur yang tidak tertangani dan tidak terolah. Saya paham, karena membutuhkan tenaga kerja dan medannya pun agak sulit, dan program pertaniannya selalu intensifikasi bukan ekstensifikasi. Sekarang kita menerapkan ekstensifikasi agar luas lahan pertanian bertambah dan petani semakin sejahtera.

Bagaimana program Pemkab Tapanuli Utara di bidang kesehatan?

Di bidang kesehatan, sekarang di setiap kecamatan sudah didirikan Puskesmas yang melayani masyarakat selama 24 jam. Kami juga menyediakan tenaga pelayanan kesehatan untuk unit reaksi cepat bila ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam keadaan darurat.

Kita juga sudah mensosialisasikan program BPJS Kesehatan, dan hingga awal tahun 2018 ini sebanyak 28.000 warga menjadi peserta program BPJS Kesehatan dari bantuan Pemkab Tapanuli Selatan. Jadi, warga bisa berobat secara gratis. Kita juga terus meningkatkan pelayanan dan alat-alat kesehatan di RSUD Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Sekarang sudah banyak dokter spesialis di RSUD Tarutung. Sebelum era kepemimpinan saya, biaya operasional di RSUD Tarutung disubsidi terus. Semasa kepemimpinan saya sebagai Bupati Tapanuli Utara, saat ini  PAD RSUD Tarutung mencapai sekitar Rp 45 miliar.

Masyarakat miskin dan terisolir menaruh harapan besar kepada Nkson Nababan

Untuk sektor pendidikan?

Di sektor pendidikan, kami sudah menambah sekolah-sekolah, baik SD maupun SMP, hingga membantu biaya sekolah gratis bagi siswa yang tidak mampu. Anggaran pendidikan gratis itu dari APBD Tapanuli Utara. Begitu pula untuk tenaga pendidik atau guru-guru yang mengajar di desa-desa terpencil kita berikan tambahan biaya intensif mengajar.

Pemkab Tapanuli Utara setiap tahun terus menambah anggaran beasiswa untuk siswa-siswa berprestasi dan mereka yang tidak mampu dari sisi ekonomi. Sementara pembangunan universitas negeri, mudah-mudahan jika saya terpilih kembali sebagai Bupati Tapanuli Utara di periode kedua, saya akan membangun univesitas di Tapanuli Utara. Pendirian universitas negeri ini sama halnya dengan pembangunan Bandara Internasional Silangit yang menjadi kewenangan Presiden RI. Namun, semua itu akan kita perjuangkan. Sama halnya ketika kita memperjuangkan Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional, dan kami bersyukur disetujui Bapak Presiden Joko Widodo. Karena itu, pendirian universitas negeri di Tapanuli Utara ini akan kami perjuangkan, mudah-mudahan Bapak Presiden Joko Widodo setuju.

Saya juga ingin dengan semakin majunya dunia pendidikan di Taput, perkembangan ekonominya semakin tumbuh, seperti Yogyakarta, Bandung, Malang, dan kota serta kabupaten lain yang pertumbuhan ekonominya semakin baik.

Mengenai infrastruktur. Sejauh ini pembangunan infrastruktur di Taput seperti apa?

Pembangunan infrastruktur di Tapanuli Utara memang masih tergantung anggaran dari pemerintah pusat. Jujur saja, infrastruktur di Tapanuli Raya, termasuk di Tapanuli Utara masih terabaikan. Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo pembangunan infrastruktur skala nasional terus ditingkatkan. Pemkab Kabupaten setiap tahun juga fokus pada pembenahan infrastruktur interkoneksi antar desa dan interkoneksi antar kecamatan. Terhitung per tahun 2018 ini sudah 12 kami sudah membeli alat-alat berat seperti beko, excavator, dan alat berat lainnya.

Nikson Nababan fokus peningkatan taraf hidup para lansia

Jadi, alat-alat berat itu difungsikan untuk membuka interkoneksi antar desa, dan membuka jalan bagi petani dan masyarakat. Operator alat-alat berat tersebut setiap hari bekerja membuka dan membangun akses jalan. Sekarang, tinggal menjadikan jalan-jalan yang sudah dibuka itu bisa dilalui oleh kendaraan dengan nyaman. Karena itu, beberapa jalan itu sedang dalam proses pengerasan, setelah itu baru diaspal. Selama tiga tahun kepemimpinan saya ruas jalan di Tapanuli Utara yang sudah dihotmix seluas 220 kilometer.

Karena itu, berkaitan telah dicanangkannya Danau Toba sebagai tujuan destinasi pariwisata internasional oleh Presiden Joko Widodo, maka infrastruktur harus kita benahi. Baik infrastruktur darat, laut, dan akses untuk lalu lintas udara. Karena itu untuk kepentingan nasional. Untuk pembangunan jalan di provinsi, menjadi tugasnya gubernur. Sementara jalan di kabupaten tugasnya bupati.

Namun, dengan anggaran yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara saat ini jika digunakan untuk memperbaiki infrastruktur, katakana untuk masa 2 atau 3 tahun impossible. Maka, agar pembangunan infrasturtur cepat selesai, seharusnya Presiden melalui Kementerian Keuangan menambah anggaran pembangunan infrastruktur di Tapanuli Utara.

Telah ditetapkannya Danau Toba sebagai salah satu destinasi internasional di Indonesia, lalu bagaimana dengan potensi objek wisata yang ada di Taput?

Tapanuli Utara juga banyak memiliki objek pariwisata. Saya sedang memprogramkan Tapanuli Utara mengembangkan wisata alam dan agrowisata, sehingga lebih natural. Sejak tahun kemarin, di Tapanuli Utara juga sudah digalakkan Desa Wisata. Karena itu, saya juga berharap kesabaran dari masyarakat. Karena, bukan berarti ketika kami canangkan sebuah program, langsung jadi itu barang.

Terkait Pilkada Serentak 2018, harapan Anda kepada masyarakat terhadap pelaksanaan Pilkada Serentak tersebut?

Harapan saya kepada masyarakat jangan lupa terhadap apa yang sudah kita kerjakan. Jangan terlalu percaya dengan iming-iming, janji-janji. Sudahlah, yang sudah membuktikan kerjanya, itu saja lah. Kemudian, soal politik uang, jangan mau masyarakat “dibeli” dengan uang. Masyarakat harus juga punya prinsip. Karena, kalau semua melulu dinilai dengan uang, si pemimpinnya nanti bisa korupsi. Jika pemimpin itu terpilih bukan semata uang, maka pemimpin itu betul-betul ingin mengabdi kepada rakyatnya. Biarlah pemimpin itu dipilih karena program-program kerjanya untuk kemajuan dan kemakmuran rakyatnya.

Big dream Anda terhadap Tapanuli Utara?

Di Tapanuli Utara sekarang sudah ada Bandara Internasional Silangit. Saya juga ingin di Tapanuli Utara dibangun universitas negeri, itu juga big dream saya. Universitas negeri ini kalau sudah terbangun bisa menimbulkan dampak positif bagi Taput. Contoh, Yogyakarta dulu juga belum terlalu bagus perekonomiannya. Setelah dibangun UGM, kemudian ada image jika ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri ke Yogyakarta, akhirnya keberadaan UGM dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi mikro Yogyakarta.

Saat wawancara dengan Visioneer

Banyak pelajar dari daerah yang ingin melanjutkan studi ke Yogyakarta. Maka, banyak dibangunlah tempat kos-kosan, bisnis kuliner dan pariwisatanya pun ikut berkembang, termasuk sektor jasa lainnya. Maka, saya ingin di Taput dibangun universitas negeri, agar sektor mikro lain pun ikut berkembang.

Sejauh ini PAD terbesar Tapanuli Utara berasal dari sektor apa saja?

Paling signifikan dari sektor pajak. Misalnya dari pajak bumi dan bangunan. Saya ingin tambahkan, saya juga ingin Tapanuli Utara mampu berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Karena itu, saya mengimbau sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut membangun Tapanuli Utara demi kemajuan bersama.

e-max.it: your social media marketing partner
Last modified on Monday, 09 April 2018 15:32
Read 658 times
Rate this item
(0 votes)

K2 Tags

K2 Calendar

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            

Sering Dibaca

Google Ads

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction