FIGUR

Published in FIGUR

Anto Suroto: UKM dan IKM Ruang Usaha yang Seksi

Mar 19, 2018 Hit: 190 Written by  Syarif
Anto Suroto Ketua Umum APIKI
Anto Suroto Ketua Umum APIKI Foto: Eko Adi P (Visioneer)

SEDERET gelar pendidikan sarjana hingga pasca sarjana yang diraih Anto Suroto dari berbagai latar jurusan ilmu, ia dijadikan sebagai pegangan pengetahuan dalam melaksanakan kegiatan utama di dunia bisnis.

Sebagai produsen tas berbahan kulit reptil dalam brand Scano Exotic Indonesia, Anto Suroto mensasar pasar internasional. Maka, berbagai latar belakang ilmu yang dipelajari di bangku universitas tak lain sebagai pegangannya dalam memenej, pengurusan berkas-berkas, dan keperluan lainnya yang berkaitan dengan core business yang dijalankannya. 

Anto, begitu pria bertubuh tinggi langsing ini disapa, mengaku sudah jatuh hati pada dunia usaha yang dimulainya sejak duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Anto kecil yang dilahirkan di Desa Deliserdang, Medan, Sumatera Utara ini, ketika itu sudah mulai berjualan ikan asin, roti keliling, dan menyewakan payung kepada pedagang di pasar tradisional.

Merasa sudah bisa mencari uang sendiri di usia belia, kegiatan itu terus ia lakukan hingga di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Memasuki usia remaja, tekad Anto ingin menjadi pengusaha yang survive terus bergejolak. Putra dari seorang ayah yang bekerja sebagai petani kebun ini kemudian menjajaki peminjaman kredit kepada para orangtua yang membutuhkan uang untuk biaya pinangan atau pernikahan putranya.  

“Di Sumatera Utara ada adat istiadat yang namanya melamar atau meminang bagi laki-laki kepada perempuan. Yang namanya tempat tidur, meja rias, lemari, gelang, cincin, kalung, wajib disiapkan pria Sumatera bila ingin seorang wanita. Jadi saya kreditkan,” cerita Anto.

Setemat SMA, persisnya pada 1981, Anto dihijrahkan oleh Kakaknya, Siswoyo ke Jakarta. Anto pun melanjutkan kuliah di Universitas Borobudur, Kalimalang, dengan program studi Based Audit of Accounting (BAC).  Setelah lulus kuliah, ia bertemu dengan seseorang yang menawarkan bekerja di perusahaannya untuk menangani bidang legal aspects.

Namun, setelah Anto bergelut di dunia wirausaha kreatif, ia merasa harus menambah ilmu pengetahuannya di bidang ekonomi. Maka, Anto memutuskan melanjutkan studi  di Fakutlas Ekonomi, Universitas Jayabaya, Jakarta.

“Bagi saya, sekolah merupakan tantangan. Saya sekolah bukan sebagai modal untuk mencari pekerjaan. Saya kuliah untuk menyikapi kebutuhan bisnis saya,” kata Anto.

Dalam perjalannya menekuni dunia bisnis kreatif, pada tahun 90-an, Anto  ingin mengekspor produk kreatifnya ke luar negeri. Namun, ia terkendala masalah kepengurusan Letter of Credit (L/C). Lantaran belum memahami bidang hukum, akhirnya Anto memutuskan kuliah lagi. Kali ini ia memilih Faktultas Hukum di Universitas Jakarta.

“Sebenarnya prinsip saya untuk menjadi entrepreneur bukan karena saya banyak sekolah dan banyak titel. Mau tidak kita berniat merubah dari zona aman menjadi zona perjuangan. Karena, jika kita menjadi PNS atau pegawai swasta bisa diketahui pendapatan kita. Materi kita bisa diketahui dari gaji bulanan dikalikan lama masa kerja, itulah kekayaan kita,” ungkapnya.

Brand Scano Exotic Indonesia yang memproduksi tas, sepatu, clothes seperti gaun malam, dan aksesoris lainnya berbahan kulit reptil dan hewan lainnya, memang sudah diakui dunia internasional. Sebagai owner, Anto merasa bangga produk-produknya itu diterima oleh konsumen di luar negeri.

Anto menjamin produk-produk tas dan aksesoris lainnya bisa menaikkan gengsi karena harganya yang mahal sebanding dengan kualitas produknya. Kulit reptil sendiri biasa digunakan sebagai bahan baku produk branded,  karena memiliki tekstur yang baik, dan tahan lama. Sebanyak 70 persen produk Scano berasal dari kulit ular, 20 persen dari biawak, dan sisanya adalah campuran. Ular yang digunakan adalah jenis Phyton, yang kualitas kulitnya paling tinggi dibandingkan jenis ular lain seperti ular air dan ular sanca. Semakin besar sisik pada tas, harga tas akan semakin mahal.

Seperti apa kiat sukses mantan penjual ikan asin dan roti keliling di Medan ini bisa meraih kesuksesan di bidang usaha industri kreatif, berikut wawancara Syarifudin dan Eko AP dengan Anto Suroto yang juga sebagai Ketua Umum Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI). Petikannya:

Bagaimana ihwal Anda menggeluti bisnis kreatif di bawah brand Scano Exotic Indonesia?

Ceritanya agak lucu. Sebelumnya, saya banyak membidangi legal aspects yang berhubungan dengan orang asing, khususnya warga Jepang. Lucunya, orang Jepang itu karena tidak memahami bahasa Indonesia secara utuh, dia bilang “bangsa” Indonesia ini bahaya. Ketika dia bilang orang Indonesia itu “bangsa”, saya pun kesal. Saya bilang bahwa  saya bukan bangsa Indonesia. Tetapi merupakan suatu bangsa. Indonesia yang disebut bangsa adalah negara yang besar.

Tujuan dia sebenarnya bagus. Menurut dia, orang Indonesia kalau di-develop menjadi bagus. Apalagi Indonesia merupakan negara kaya sumber daya alam. Jika didukung SDM, peluang pasar  yang bagus, dinaikkan saja kualitasnya produknya, maka out put-nya bagus.

Saya pun mencoba menerima tantangan orang Jepang itu. Walaupun tidak ada dasar di industri kreatif, saya mencoba mendirikan usaha penyamaan dari kulit buaya, ular Phyton, biawak, dan kulit hewan lainnya. Selama mencoba usaha dua sampai tiga tahun saya mengalami kerugian besar.

Tapi saya tidak putus asa, karena tujuan saya membuat usaha ini untuk ekspor.  Kerugian yang saya alami selama dua sampai tiga tahun itu saya jadikan untuk belajar. Mungkin saja jika sudah bisa tembus ekspor dua sampai tiga kali kerugian itu akan tertutupi.

Sejak awal Anda sudah mensasarkan produk industri kreatif ini untuk pangsa ekspor?

Itu hebatnya kalau kita punya proyeksi pasar ekspor. Tapi,kalau kita bermain di retail, nafas kita harus panjang. Karena, kita harus mempunyai banyak karyawan dan strateginya harus bagus. Hal itu pula menjadi tantangan bagi saya. Karena itu, per tiga bulan saya belajar ke Jepang. Saya juga pergi ke Perancis, Italia, dan negara Eropa lainnya sekadar mencari ilmu berbisnis. Saya ingin, apapun produk yang saya hasilkan harus mempunyai aura, ciri khas, dan kualitas. Jadi selama dua, tiga tahun benar-benar belajar menciptakan produk berkualitas yang bisa diakui oleh buyer.

Hal-hal inilah yang bisa kita ambil untuk patokan. Sebab begini, contoh saya mengikuti binaan dari Departemen Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi.  Saya mengikuti kegiatan di pemerintahan untuk mengukur, seperti apa yang dilakukan pemerintah, dan ouput­-nyaapasajayang saya dapatkan. Di sisi lain, saya juga bisa memberi pembelajaran kepada para pemula, jika kita ingin mengikuti pameran sebaiknya memperhatikan ketepatan, keakuratan, dan nafas kita juga harus diukur. Entah itu pameran lokal, domestik, maupun internasional.

Para pelaku usaha pemula harus memahami pula standarisasi produk agar bisa diterima pasar internasional?

Hal ini menjadi salah satu kelemahan di UMKM kita. Jika dia mau buka wirausaha dengan modal nekad, bentur sana, bentur sini, nekad saja tanpa ada ukuran, ya hasilnya tidak baik. Di negara lain, orang yang ingin menjadi UMKM itu ada ukurannya. Misalnya harus masuk pendidikan, mengikuti pendampingan selama setahun, dan ada serifikasinya. Dari situ, mereka diukur, kira-kira bagaimana kekuatan produknya dengan kekuatan pasar.  tujuannya untuk mengukur agar dia bisa naik kelas.

Sejak mendirikan usaha kreatif di tahun 1990, saya memang sudah memfokuskan untuk tujuan ekspor saja. Saya ingin membuktikan bahwa UKM dan IKM (Industri Kreatif Menengah) bisa kita tingkatkan. Bagi saya, UKM dan IKM merupakan “kue” yang sangat “seksi”. Karena bahan bakunya ada di Indonesia, tenaganya lokal, kualitasnya bisa dipelajari, pasarnya terbuka, dan rakyatnya konsumtif.

Prinsip lain yang harus diperhatikan para pemula yang ingin mendirikan wirausaha?

Saya berpikir, bagi pemula yang ingin berwirusaha, dia harus memenuhi  prinsip 7 K. Jadi, setiap wirausaha harus memiliki kretaivitas, kemauan, kemampuan, konsisten, komitmen, kredibilitas, dan karakter produk. Rata-rata UKM kita banyak hanya mengambil 4 K saja. Sementara pelaku usaha dari negara lain yang masuk ke Indonesia sudah menerapkan prinsip  7 K.

Saya khawatir, jika kita terus menerus belum siap, pengusaha Indonesia hanya sebagai penopang saja. Artinya, yang memainkan bisnis itu bukan orang Indonesia,  tapi orang asing. Orang Indonesia hanya sebagai pekerja saja mengikuti keinginan style orang asing untuk dipasarkan di dunia internasional.

Apa makna Scano EXotic Indonesia bagi Anda?

Scano itu saya ambil dari kata “scan” yang artinya kreativitas atau copy. Sedangkan huruf “O”,  saya ambil dari nama saya Suroto. Jadi, Scano itu artinya kreativitasnya Suroto. Kreativitas itu ada dua definisi, ada rancang bangun dan ada yang bisa didapatkan. Jadi kreativitas yang belum ada, bisa saja diciptakan, sehingga bisa tampil beda. Untuk rancang bangun, bisa saja yang sudah ada diubah. Maka, saya pikir, sangat mudah menjadi pengusaha.

Bagaimana produk Scano bisa menembus pasar internasional?

Untuk bisa bermain di kancah internasional, saya harus memiliki partnership di negara yang akan kita tuju. Salah satu tujuannya, ketika kita sudah menjalin kerja sama bisnis dengan agen, harga jual produk kita tidak dimain-mainkan. Untuk sistem pembayaran, misalnya, jika agen kita di luar negeri itu biasanya membayar cash, bisa kita kasih tempo per tiga bulan. Memang nafas kita lebih panjang. Dan saya juga memberikan bonus-bonus tertentu kepada agen di luar negeri. Misalnya, jika dalam satu tahun targetnya tinggi, saya berikan bonus fee kepada mereka.

Sebenarnya kita tidak perlu terlalu banyak agen atau partnership. Produk dari Indonesia jika memiliki partnership di tiga negara saja sudah cukup. Saya waktu itu fokuskan di Jepang. Untuk konsumen di Eropa, saya fokus di Spansyol, dan rencana jalin kerja sama dengan agen di Turkey untuk transit positioning wargaEropa dan Asia.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan Anda,  produk jadi Indonesia sebenarnya mampu bersaing dengan produk dari negara lain?

Jika saya melihat perkembangan bisnis di Brunai, Philipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Korea, mereka bilang Indonesia is the best. Bayangkan saja, sumber alam kita punya, SDM punya, tinggal kitanya sendiri mau apa tidak merubahnya menjadi pelaku dan pemain.

Contohnya Brunai, kekurangan bahan baku, begitupula SDM. Teknologi, silakan kalian membeli dari negara lain. Begitu pula negara-negara Asia lainnya. Kita pergi lagi ke China, Hongkong, dan Jepang. Negara-negara ini teknologi bagus, SDM bagus, tapi bahan bakunya kurang. Berarti, di tahun 2020 tumpuannya ada di Indonesia. Baik itu untuk produk UKM, IKM, agribisnis, dan yang lainnya.

Kadang, permodalan menjadi salah satu kendala bagi mereka yang ingin mendirikan wirausaha. Anda sepakat?

Inilah, makanya jika ada orang ingin membuka usaha mengeluhkan permodalan, itu bukan dilema, tapi orang itu malas.  Karena, jika kita sudah mengurus legal aspects, punya integritas, kualitas, kita bisa mendapatkan modal, misalnya dari pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jika orang hanya mempertanyakan soal modal, itu pertanyaan yang tidak mendidik.

Contoh, ada orang ingin menjadi pelaku UKM, pertama, biasanya bila dia perempuan, sudah menjadi janda. Kedua, kena PHK. Ketiga, karena ekonomi rumah tangga tidak mencukupi. Keempat, mungkin karena lihat tetangga yang sudah membuka usaha, lantas dia pengin ikut. Kelima, mencoba-coba. Dia tidak ada latar belakang usaha, tapi mencoba-coba. Keenam, dia punya kemauan dan memiliki kemampuan. Ketujuh, one men show. Padahal, kalau mau berusaha itu harus melibatkan beberapa orang, tidak sendirian. Apakah seperti itu jika kita mau sukses?

Karena itu, saya membedah akar masalah, solusi, dan out put tersebut.  Jika usaha kita sudah kredibel dan memiliki integritas, pihak perbankan pun bersedia memberikan pinjaman permodalan.

Keunggulan dari Scano Exotic Indonesia?

Saya contohkan produk Scano berbahan baku kulit buaya, kualitasnya pun bagus. Bahan kulit buaya ini saya dapatkan dari penangkaran buaya di Irian dan daerah lainnya. Sementara produk kreatif berbahan kulit Phyton, saya dapatkan dari daerah-daerah di Indonesia yang masih banyak memiliki hutan. Seperti di daerah Sumatera, Kalimantan, dan Irian.

Untuk penggunaan kulit ular ini, Scano memiliki izin resmi dari pemerintah. Scano telah memegang sertifikat "CITES" (Convention International Trade In Endangerered Species of Wild Fauna and Flora), izin perdagangan antarnegara yang berkaitan dengan flora dan fauna. Artinya, penggunaan kulit binatang untuk industri tas ini dinyatakan tidak mengancam kelangsungan hidup binatang tersebut.

Bagaimana produk itu dipakai tahan lama?

Sebenarnya semua penyamaan standar kualitasnya bahan bakunya benar, produk itu awet. Banyak juga yang tidak awet karena penyamaannya itu tidak benar. Harusnya mememuhi tahap tujuh langkah, dia hanya melakukan lima langkah, jadi kurang dua langkah. Ini yang mengakibatkan produk itu cepat menguning, dan sebagainya. Ini yang kurang disikapi produsen.

Apakah produk Scano ini halal dipakai konsumen?

Halal. Tapi jika penyamaannya tidak benar, jadi haram. Karena ada najis. Karena itu, semua yang mengandung najis, seperti bau anyir dan sebagainya dibuang sehingga menjadi halal.

Bagaimana pertumbuhan UKM dan IKM hingga saat ini?

Pertumbuhannya tidak lebih dari 50 persen.  Apabila kita mau kreatif, tidak ada orang yang hidupnya susah. Apalagi mereka yang bergelut di UKM, sektor usaha ini bisa membantu perekonomian Indonesia. Faktanya, ketika terjadi krisis moneter tahun 1997, UKM bisa bertahan hingga sekarang. UKM bahkan IKM adalah ruang yang seksi. Seksi ini ngangenin. Jika hanya cantik saja, bisa ngebosenin.

Seksi ini luar biasa. Karena itu, sektor UKM dan IKM harus dimaintance dengan baik. UKM itu benda atau barang yang bisa kita otak atik menjadi hasil yang sangat maksimal. Yang tadinya biasa saja menjadi luar biasa. Itulah UKM itu ruang usaha yang sangat seksi.

 

e-max.it: your social media marketing partner
Last modified on Monday, 09 April 2018 15:27
Read 190 times
Rate this item
(0 votes)

K2 Tags

K2 Calendar

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            

Sering Dibaca

Google Ads

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction