Items filtered by date: Saturday, 07 April 2018

Jakarta,visioneernews-Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto disebut-sebut banyak pihak merupakan “lawan” kuat Joko Widodo dalam ajang Pilpres 2019. Mengapa Prabowo masih tarik ulur untuk mendeklarasikan diri maju sebagai capres?

Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra dari 34 provinsi seluruh Indonesia sudah mendeklarasikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden 2019. Acara deklarasi berlangsung di sebuah hotel di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (12/3/2018) malam, yang dihadiri oleh para Ketua DPD Gerindra.

Namun dukungan utuh DPD Partai Gerindra dari 34 provinsi di Indonesia itu belum juga membuat Prabowo bersikap tegas tentang pencalonannya sebagai capres 2019. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon memastikan bahwa Prabowo akan mendeklarasikan diri sebagai capres setelah dilaksanakan Rakornas Partai Gerindra 11 April 2018. Namun, pernyataan Fadli Zon juga meleset.

"Saya kira belum ya. Tanggal 11 belum deklarasi. Ini masih rapat koordinasi nasional, apel kader nasional dan intern," kata Prabowo di sela rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Gerindra, Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Partai Gerindra memang masih membutuhkan satu partai untuk berkoalisi dan mengusung Prabowo sebagai capres. Mungkinkah koalisi itu terbentuk bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang selama ini terlihat mesra dengan Partai Gerindra.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, sikap politik Prabowo yang tak segera mendeklarasikan sebagai capres 2019 karena beberapa pertimbangan. Di antaranya, dikhawatirkan akan ada diskriminasi jika Gerindra cepat-cepat mengumumkan partai politik dan cawapres yang akan mengusung Prabowo sebagai capres oleh lawan politiknya.

Waketum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono

“Namun tidak ada kegalauan Partai Gerindra untuk mencalonkan Prabowo sebagai capres 2019. Hanya kita masih menunggu waktu yang baik saja. Dan moment yang tepat harus dibicarakan dengan parpol yang ingin berkolasi, misalnya dengan PKS dan parpol lainnya,” kata Arief kepada visioneernews.com, Sabtu (7/4/2018).

Di sisi lain, Arief juga menepis anggapan bahwa Gerakan Ganti Presiden 2019 bukan gerakan yang diinisiasi oleh Gerindra maupun PKS. “Gerakan itu murni dari masyarakat yang memang sudah tidak menginginkan Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya untuk dua periode,” paparnya.

Menyinggung soal elektabilitas Joko Widodo dari beberapa lembaga survei lebih tinggi dibandingkan elektabilitas Prabowo, Arief berpendapat bahwa elektabilitas yang disajikan lembaga survei tidak bisa dijadikan dasar sebagai pemenang di kursi RI 1.

“Kita juga merasa aneh, kenapa Prabowo yang selalu didesak-desak untuk deklarasi. Wong Jokowi yang sudah cukup mendapat dukungan parpol saja tidak deklarasi-deklarasi kok,”  ungkapnya. (Syarif)

 

e-max.it: your social media marketing partner
Published in Hot Politik

Jakarta,visioneernews-Komite III DPD RI yang membidangi persoalan pendidikan meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan evaluasi dan identifikasi kendala-kendala yang dihadapi selama penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Berdasarkan pantauan Komite III DPD RI, pelaksanaan UNBK  atau Computer Based Test (CBT) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berlangsung pada 2 sampai 5 April 2018 masih harus dievaluasi. Hal ini penting untuk mengidentifikasi masih adanya kendala-kendala yang dihadapi agar pelaksanaan UNBK selanjutnya bagi siswa SMA/MA dan SMP/MTs bisa berlangsung lebih baik lagi.

“Dari pantuan kami, UNBK SMK kemarin relatif berjalan baik dan lancar. Tetapi tetap masih ada berbagai kendala terutama teknis, misalnya listrik yang padam dan gangguan server serta jaringan internet. Kami juga berharap segera ada solusi jika ada sekolah yang kekurangan unit komputer sehingga durasi ujian menjadi lebih lama,” ujar Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (6/4).

Fahira mengungkapkan, begitu banyak manfaat dan kemajuan yang akan dituai dunia pendidikan Indonesia jika UNBK berlangsung secara baik, apalagi bisa diselenggarakan 100 persen di seluruh Indonesia. Selain jauh lebih efektif dan efisien (hemat anggaran) dan transparan, UNBK adalah sistem yang ampuh menghilangkan berbagai praktik kecurangan dan kebocoran soal ujian. Saat ini baru 19 provinsi di Indonesia yang mampu melaksanakan UNBK SMA dan SMK secara 100 persen.

Menurutnya, jika UN secara nasional sudah berbasis komputer semua, maka tidak akan ada lagi proses percetakan dan distribusi yang selama ini menjadi momok keterlambatan soal dan kebocoran soal. Selain itu, kesalahan cetak dan soal UN yang tertukar tidak akan terjadi lagi. Dengan sistem ini, UN juga sangat memungkinkan digelar beberapa kali dalam setahun sehingga jangka waktu siswa menungga UN berikutnya lebih singkat.

“Keunggulan UNBK lainnya, hasil UN lebih cepat keluar dan diumumkan. Ini menguntungkan siswa karena mereka lebih leluasa punya waktu merencanakan masa depan pendidikannya. Tapi yang penting juga, dengan berbasis komputer akan membiasakan siswa mengenal dan mengapliksikan perangkat teknologi informasi,” papar Senator Jakarta ini.

Sebagai informasi, UN SMK yang sudah diselenggarakan pada 2 April hingga 5 April 2018 diikuti 1.485.302 siswa dari 13.054 SMK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.495 SMK atau 1.459.062 siswa melaksanakan UNBK.  Tahapan UN selanjutnya adalah UNBK SMA/MA yang berlangsung pada 9 April-12 April 2018 dan UNBK SMP/MTs pada 23 April-26 April 2018. (Syarif)

e-max.it: your social media marketing partner
Published in GOVERMENT

K2 Tags

K2 Calendar

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            

Sering Dibaca

Google Ads

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction