GOVERMENT

Menko Maritim, Luhut Pandjaitan (keempat dari kanan) di acara Annual Meeting Spring di Gedung IMF

Washington,visioneernews-Dalam jumpa pers di Gedung International Monetary Fund (IMF) pada Kamis, 19 April 2018, Menko Maritim Luhut Panjaitan menegaskan bahwa sampai sejauh ini tidak ada persoalan serius dalam mempersiapkan Annual Meeting IMF-World Bank di Bali Oktober mendatang. Seluruh budget untuk pertemuan tahunan di Bali nanti telah dialokasikan sejak 2015, ketika Indonesia terpilih menjadi negara penyelenggara.

"Kami sudah diskusikan dan berkoordinasi dengan DPR. Semua biaya dab pengeluaran telah dihitung dengan detil dan efisien sesuai dengan standar penyelenggaraan event internasional," kata Menko Luhut seperti rilis diterima Visioneernews.com dari Humas Kemenko bidang Kemaritiman.

Pertemuan tahunan ini membawa dampak positif bukan hanya saat acara, namun juga dalam jangka panjang, terutama memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk delegasi pertemuan, tapi juga untuk masyarakat Indonesia dan khususnya warga Bali. Selain itu, akselerasi pembangunan akan dirasakan oleh daerah destinasi pariwisata, seperti di Labuan Bajo, Banyuwangi, Borobudur, Mandalika, dan Danau Toba. Hal ini akan meningkatkan turis ke daerah-daerah tersebut.

Pemerintah Indonesia, kata Luhut, juga akan membawa isu sampah laut, di mana hal ini akan menjadi perhatian semua negara. Lalu akan ada diskusi mengenai waste energy salah satu bahasan yang diharapkan hasilnya bisa mendatangkan investasi.

Terakhir, imbuhnya, seluruh pengeluaran pertemuan ini akan memberikan benefit bagi masyarakat, seperti komputer yang digunakan setelah pertemuan akan disumbangkan ke berbagai sekolah di Bali dan Lombok yang tidak mempunyai komputer.

Sampai saat ini yang telah mendaftar sekitar 10 ribu terdiri bukan hanya delegasi tapi juga keluarga para peserta. Mereka akan disuguhkan budaya, keindahan destinasi pariwisata, kuliner, dan terutama ramah tamah bangsa Indonesia.

"Saat menuju ke ruangan ini, saya mendapat informasi dari Kementerian Pariwisata selama pertemuan Annual Meeting Spring di Washington ini sudah mendaftar 1000 peserta yang akan membawa keluarganya. Saya kaget mendengar kabar ini," tutur Luhut.

Sedangkan isu keamanan, menurut Luhut, tidak ada negara yang kebal terhadap kemungkinan gangguan keamanan. Namun, pihak aparat telah melakukan persiapan yang terbaik. Hal ini ditambahkan Kapolda Bali, Petrus Collose yang menolak mengatakan telah mengantisipasi keamanan untuk bencana alam dan gangguan dari pihak-pihak yang ingin mengganggu.

Untuk bencana alam, seperti erupsi Gunung Agung atau tsunami, pihak kepolisian bekerjasama dengan militer. Namun seperti yang telah diungkapkan Menko Luhut, hampir dipastikan hal itu tidak terjadi saat pertemuan. Sedangkan untuk gangguan keamanan bukan bencana alam, sejak setahun lalu tidak ada indikasi adanya pihak yang akan membuat onar, bahkan tingkat kriminalitas di Bali sangat rendah.

Selain itu, pihak kepolisian telah membuat apps yang dapat diunduh peserta bila terjadi sesuatu yang diberi nama Salak Bali. Pihak kepolisian akan mengerahkan sepuluh ribu aparat selama pertemuan dan menyediakan nomor telepon 110 bila terjadi keadaan darurat.

Sedangkan untuk persiapan fasilitas teknologi, Menkominfo Rudiantara menyatakan bahwa bandwith paling besar akan ada dalam pertemuan di Bali. Karena akan ada 12 ribu staf IMF World Bank yang akan bekerja di sana dan sekitar 1000 jurnalis yang melipit, belum termasuk delegasi.

Panitia juga akan menyediakan sekitar 700 komputer untuk digunakan oleh jurnalis meskipun kebanyakan wartawan membawa laptop. Kemudian, panitia juga akan menyediakan transportasi di sekitar lokasi pertemuan untuk jurnalis yang tidak menginap di daerah Nusa Dua, Bali. (Hasbih)

 

e-max.it: your social media marketing partner
Read 37 times
Presiden Joko Widodo meninjau tol Bocimi, Minggu (8/4/2018)

Bogor,visioneernews-Presiden Joko Widodo berharap proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) untuk ruas Jalan Tol Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 kilometer dapat beroperasi pada Juli tahun ini.

"Kita harapkan nanti bulan Juli ini dari Ciawi sampai Cigombong kita buka. Kemudian sampai ke Cibadak kira-kira 2019 akan selesai. Sampai Sukabumi Timur 2020 selesai," kata Presiden ketika meninjau langsung proyek tol Bocimi, seperti dikutip dari Biro Pers Kepresidenan, Minggu (8/4/2018).

Peninjauan tol Bocimi oleh Presiden dilakukan dalam perjalanan kembali ke Bogor dari Stasiun Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada pukul 16.05 WIB, setelah melakukan kunjungan kerja ke Sukabumi. Jokowi meninjau lokasi proyek yang terletak antara Stasiun Cicurug dan Stasiun Cigombong.

Jokowi mengatakan titik utama kemacetan berada di sekitar Cibadak. Karena itu, jika tol Bocimi ini sudah rampung, maka akan bisa mengurai kemacetan dengan cukup signifikan.

"Kalau dari Ciawi ke Cigombong itu sudah dibuka, maka akan mengurai kemacetan yang lumayan besar. Apalagi kalau sudah sampai Cibadak, karena sekarang ini ruwetnya ada di Cibadak. jadi, kalau sudah sampai ke sana 2019 akan mengurai kemacetan yang sangat banyak," jelasnya.

Berkaitan masalah pembebasan lahan, Jokowi mengatakan bahwa dirinya tidak laporan mengenai hal itu. Pembangunan tol Bocimi secara keseluruhan menurutnya sudah berjalan dengan baik.

"Tidak ada masalah, progresnya baik. Biasanya dalam pembebasan ada satu atau dua (masalah). Ini tidak ada laporan ke saya dari PU maupun dari BUMN yang mengerjakan. Semua progresnya baik, tinggal nunggu nanti bulan Juli insya Allah sudah bisa kita operasikan yang Ciawi-Cigombong," paparnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam peninjauan ini Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Setelah meninjau proyek tol Bocimi, Kereta Api Luar Biasa RI-1 melanjutkan perjalanan ke Stasiun Maseng, Kabupaten Bogor. Saat kereta berhenti, Presiden sempat menyapa masyarakat dan membagikan kaos serta buku tulis.

Dari Stasiun Maseng, Kereta Api Luar Biasa RI-1 melanjutkan perjalanan dan tiba di Stasiun Bogor pada pukul 17.45 WIB. (Syarif)

 

e-max.it: your social media marketing partner
Read 42 times
Pelaksanaan UNBK 2018

Jakarta,visioneernews-Komite III DPD RI yang membidangi persoalan pendidikan meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan evaluasi dan identifikasi kendala-kendala yang dihadapi selama penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Berdasarkan pantauan Komite III DPD RI, pelaksanaan UNBK  atau Computer Based Test (CBT) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berlangsung pada 2 sampai 5 April 2018 masih harus dievaluasi. Hal ini penting untuk mengidentifikasi masih adanya kendala-kendala yang dihadapi agar pelaksanaan UNBK selanjutnya bagi siswa SMA/MA dan SMP/MTs bisa berlangsung lebih baik lagi.

“Dari pantuan kami, UNBK SMK kemarin relatif berjalan baik dan lancar. Tetapi tetap masih ada berbagai kendala terutama teknis, misalnya listrik yang padam dan gangguan server serta jaringan internet. Kami juga berharap segera ada solusi jika ada sekolah yang kekurangan unit komputer sehingga durasi ujian menjadi lebih lama,” ujar Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (6/4).

Fahira mengungkapkan, begitu banyak manfaat dan kemajuan yang akan dituai dunia pendidikan Indonesia jika UNBK berlangsung secara baik, apalagi bisa diselenggarakan 100 persen di seluruh Indonesia. Selain jauh lebih efektif dan efisien (hemat anggaran) dan transparan, UNBK adalah sistem yang ampuh menghilangkan berbagai praktik kecurangan dan kebocoran soal ujian. Saat ini baru 19 provinsi di Indonesia yang mampu melaksanakan UNBK SMA dan SMK secara 100 persen.

Menurutnya, jika UN secara nasional sudah berbasis komputer semua, maka tidak akan ada lagi proses percetakan dan distribusi yang selama ini menjadi momok keterlambatan soal dan kebocoran soal. Selain itu, kesalahan cetak dan soal UN yang tertukar tidak akan terjadi lagi. Dengan sistem ini, UN juga sangat memungkinkan digelar beberapa kali dalam setahun sehingga jangka waktu siswa menungga UN berikutnya lebih singkat.

“Keunggulan UNBK lainnya, hasil UN lebih cepat keluar dan diumumkan. Ini menguntungkan siswa karena mereka lebih leluasa punya waktu merencanakan masa depan pendidikannya. Tapi yang penting juga, dengan berbasis komputer akan membiasakan siswa mengenal dan mengapliksikan perangkat teknologi informasi,” papar Senator Jakarta ini.

Sebagai informasi, UN SMK yang sudah diselenggarakan pada 2 April hingga 5 April 2018 diikuti 1.485.302 siswa dari 13.054 SMK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.495 SMK atau 1.459.062 siswa melaksanakan UNBK.  Tahapan UN selanjutnya adalah UNBK SMA/MA yang berlangsung pada 9 April-12 April 2018 dan UNBK SMP/MTs pada 23 April-26 April 2018. (Syarif)

e-max.it: your social media marketing partner
Read 113 times
Menko PMK Puan Maharani (kedua dari kiri) di sela acara ASCC Meeting di Singapura, Rabu (21/3/2018)

Singapura,visioneernews-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menghadiri ASCC (ASEAN Socio-Cultural Community) Meeting di Singapura, Rabu, 21 Maret 2018. Puan Maharani menyampaikan kehidupan toleransi dan keberagaman kaum muda di Indonesia.

ASCC Meeting merupakan konferensi tingkat menteri ASEAN. Pertemuan ini dihadiri para menteri dari sepuluh negara ASEAN.

Dalam forum ini, Menko PMK Puan Maharani menyampaikan pandangan Indonesia dalam The ASCC Ministerial Retreat on Advancing the ASEAN Declaration on Culture of Inclusive, Resilient, Healthy and Harmonious Society di Singapura. Puan Maharani menyampaikan beberapa contoh baik (good practices) dari Indonesia terkait upaya menanamkan toleransi dalam keberagaman untuk kaum muda.

"Di Indonesia,sejak dini para pemuda telah mempelajari prinsip-prinsip kebersamaan, toleransi, dan keberagaman yang tertera dalam landasan filosofis negara Indonesia, Pancasila, atau Lima Sila. Mereka telah dibiasakan hidup berdampingan dengan perbedaan," kata Puan Maharani.

Kebiasaan ini, lanjutnya, telah menciptakan pemahaman bagi para pemuda bahwa keberagaman itu adalah sesuatu yang alami, namun toleransi adalah sesuatu yang perlu terus diupayakan.

Puan mencontohkan, salah satunya dilakukan melalui kegiatan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) yang merupakan kegiatan pertama di bawah lingkup Deklarasi ASEAN tentang Culture of Prevention. Perkemanahan Remaja Antaragama ASEAN di Jombang, Jawa Timur ini dihadiri lebih dari sepuluh negara ASEAN dan negara mitra lainnya.

Hasil dari perkemahan pemuda ini adalah Deklarasi Jombang: Toleransi Keanekaragaman untuk ASEAN dan Harmonisasi Dunia serta rencana aksinya.

Menurut Puan, lebih dari 160 juta populasi ASEAN adalah kaum muda berusia 15-35 tahun. Karena itu, sangat penting bagi ASEAN untuk melanjutkan prakarsa dari Deklarasi Culture of Prevention ini sebagai investasi pada kaum muda agar berpartisipasi dalam upaya menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis.

Hal ini, kata Puan, sejalan dengan tujuan Retret yang membahas pentingnya mengubah pola pikir reaktif menjadi preventif untuk mempromosikan budaya damai, seperti pendidikan berbasis nilai-nilai toleransi dan keterlibatan kaum muda akan memainkan peran penting mencegah bahaya dari kekerasan ekstremisme atau bentuk kekerasan lainnya. (Hasbih)

e-max.it: your social media marketing partner
Read 109 times
  •  Start 
  •  1 
  •  End 

K2 Tags

K2 Calendar

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            

Sering Dibaca

Google Ads

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction