GOVERMENT

Published in GOVERMENT

LPDB Alokasikan Rp 50 Miliar untuk Pengembangan Minang Mart

Oct 02, 2017 Hit: 117 Written by  Syarif
Dirut LPDB KUMKM, Braman Setyo menerima kunjungan kerja Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di kantor LPDB-KUMKM Jakarta, Senin (2/10/2017)
Dirut LPDB KUMKM, Braman Setyo menerima kunjungan kerja Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di kantor LPDB-KUMKM Jakarta, Senin (2/10/2017)

Jakarta,visioneernews-Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), Braman Setyo mendorong Minang Mart membentuk koperasii sekunder unggulan di tingkat provinsi sampai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

 

Minang Mart sendiri saat ini masih di bawah naungan PT Retail Modern Minang, perusahaan yang dibentuk dari joint venture antara PT Sentra Distribusi Media Nusantara (SDN) dengan BUMD PT Grafika Jaya Sumbar. "Saya berusaha untuk Minang Mart itu tidak jadi liar begitu saja, tapi harus ada koperasi sekunder unggulan di masing-masing kabupaten dan kota, sehingga akan termenage dengan baik," kata Braman usai menerima kunjungan kerja Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, di kantor LPDB-KUMKM Jakarta, Senin (2/10/2017).

Sedangkan Minang Mart di tingkat provinsi, kata Braman, akan dijadikan sebagai induk koperasi. "Apabila Minang Mart dikelola dalam bentuk koperasi, maka nantinya dapat diintegrasikan dengan program pembinaan dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten, kota, provinsi, maupun kementerian di tingkat pusat," imbuhnya.

Berkaitan dengan pelatihan, Braman mencontohkan, untuk Minang Mart di tingkat kabupaten perlu pelatihan, LPDB-KUMKM akan berkoordinasi dengan Deputi SDM yang memiliki kompetensi untuk pengembangan SDM. "Nanti, jika di tingkat provinsi sudah ada Induk Koperasi Minang Mart, maka akan semuanya akan terkonsentrasi di sana untuk pembinaannya," bilangnya.

Untuk memberikan bantuan perkuatan modal usaha, LPDB-KUMKM mengalokasikan Rp 50 miliar yang akan disalurkan kepada pelaku UKM di Sumbar, termasuk Minang Mart melalui Bank Nagari dengan melibatkan Dinas Koperasi dan UKM Sumbar.

"Tentu bunganya nanti diatur, karena di sini maksimal  11 persen sampai di tingkat end user. Tapi, nanti diatur sendiri apakah 11 persen atau 12 persen, karena bunga ini sangat murah," pungkasnya.

Pemprov Sumbar menunjuk PT Grafika Jaya bersama dua BUMD, yaitu PT BPD Sumbar alias Bank Nagari dan PT Jamkrida  Sumbar untuk mengembangkan ritel khas daerah dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat. Potensi pembukaan ritel di daerah itu sangat terbuka lebar mengingat masih minimnya penyebaran toko modern di Sumbar.

Gubernur Sumbar,Irwan Prayitno, mengatakan, saat ini sebanyak 30 unit Minang Mart sudah beroperasi di Sumbar. Minar Mart itu tersebar di tujuh kabupaten dan kota, yaitu Kota Padang, Padang Panjang, Solok, Damas Raya, Pesisir Selatan, Pasaman, dan Payakumbuh.

"Pemprov Sumbar sangat antusias untuk mengembangkan UMKM, karena yang tinggal di Sumbar pengusaha dagang itu sektor mikro-kecil, yaitu 84 persen," kata Irwan.

Irwan mengungkapkan, tingkat kemauan berusaha masyarakat di tanah Minang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan tumbuhnya sektor UKM sebesar 84 persen. Namun, menurut Irwan, persoalannya pelaku usaha sangat membutuhkan perkuatan modal untuk mengembangkan usahanya.

"Untuk survive cukup, tapi perlu disuntik modal untuk promosi, pemasaran, packaging, sehingga keuntungan mereka untuk menggerakkan ekonomi di daerah," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas wacana kerja sama dengan aparat penegak hukum di daerah, dalam hal ini dengan Kejaksaan Tinggi tentang penanganan kredit bermasalah. LPDB-KUMKM ingin Pemprov Sumbar dapat membantu berkoordinasi dengan Kejati agar kerja sama tersebut dapat terwujud.

"Dengan Sumbar kita belum pernah MoU dengan Kejaksaan Tinggi. Tapi kami harap, karena ini demi kemaslahatan umat dan menggunakan dana APBN, maka kami harap Pak Gubernur berkoordinasi dengan Kejati," ucap Braman.

Sebelumnya LPDB-KUMKM telah kerja sama dengan enam provinsi. Tujuan kerja sama ini dapat mendorong penyelesaian kredit macet melalui mekanisme hukum perdata. Sementara masih terjadi perbedaan pandangan di beberapa Kejati di daerah, sehingga dipandang perlu untuk dibahas bersama.

"Ini akan kita perbaiki, sehingga jika sesuai harapan, semua dapat berjalan baik. Jika memang ada masalah di kemudian hari, masuk ranah perdata. Kami berkeinginan bertemu dengan Kejaksaan Agung untuk meluruskannya. Ini ranah utang piutang atau pinjaman, jadi masuk ranah perdata," papar Braman.

Braman Setyo menerima kunjungan kerja Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, beserta sejumlah kepala dinas dalam rangka membahas tindak lanjut MoU Pemprov Sumbar dengan LPDB-KUMKM, di antaranya Direktur Umum dan Hukum, Sutowo; Direktur Pengembangan Usaha, Adi Trisnojuwono; Direktur Keuangan, Fitri Rinaldi; serta Direktur Pembiayaan Syariah, Jaenal Aripin.

Sebagai informasi, akumulasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM sejak 2008 hingga September 2017 seluruh Indonesoa sebesar Rp 8,49 triliun kepada 4.298 mitra. Sedangkan untuk Sumbar sebesar Rp 60,92 miliar kepada 54 mitra. (Syarif)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Last modified on Monday, 02 October 2017 15:25
Read 117 times
Rate this item
(0 votes)

K2 Tags

K2 Calendar

« December 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Sering Dibaca

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction