DAERAH

Kanit Regident Polresta Depok, AKP Rieki Indra Brata, SH, SIK sedang memeriksa layanan komputerisasi pembuatan SIM

Depok,visioneernews-Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok terus meningkatkan kinerjanya dalam memberikan layanan dan prosedur prima bagi masyarakat yang ingin mengajukan maupun memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun surat-surat kendaraan lainnya.

Salah satu dokumen penting yang wajib dimiliki pengemudi kendaraan bermotor adalah Surat Izin Mengemudi (SIM). SIM menjadi bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan, baik roda dua, empat, atau lebih.

Sesuai Pasal 77 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan: "Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan'.

Menindaklanjuti aturan tersebut, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Depok terus memberikan layanan prima kepada masyarakat yang ingin mengurus SIM. Tak hanya itu, petugas juga tidak mentolerir keberadaan para calo yang kadang masih dimintakan jasanya oleh pemohon pembuatan SIM.

Sikap tegas petugas ini sebagai wujud komitmen menciptakan pelayanan prima dalam pengurusan SIM. Sebab, pembuatan SIM yang melalui calo selain akan merugikan masyarakat, selain ditengarai menjadi penyebab banyaknya angka kecelakaan di jalan raya.

Masyarakat yang memilih membuat SIM melalui perantara calo biasanya tidak paham soal tata tertib berlalu lintas. Setelah memiliki SIM, mereka cenderung akan tetap melanggar lalu lintas yang menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya. Selain itu, dari sisi ekonomi, biaya membuat SIM melalui calo lebih mahal, bisa empat kali lipat dibandingkan mengurus sendiri.

"Kami tidak mentolerir keberadaan calo dalam pembuatan SIM, karena pemohon yang menggunakan jasa calo sejak awal dipastikan tidak memahami tata tertib berlalu lintas. Setelah punya SIM, mereka akan tetap melanggar lalu lintas. Ini yang sering menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya," kata Kanit Regident Polresta Depok, AKP Rieki Indra Brata, SH, SIK.

Sementara pengendara yang mendapatkan SIM dengan cara mengurus sendiri secara langsung, mereka harus memenuhi ketentuan berlaku. Mereka dipastikan telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Dengan demikian, mereka telah memenuhi yang dipersyaratkan undang-undang dengan mengikuti semua prosedur pengurusan SIM. Mulai dari persiapan syarat administrasi seperti mempersiapkan fotokopi, membuat Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani, mengikuti ujian yang terdiri dari dua tahap: ujian teori dan praktik. Jika lulus ujian teori selanjutnya akan menjalani ujian praktik.

"Bagi pemohon yang lulus dan mendapatkan SIM, dipastikan mereka telah benar-benar memahami tata tertib berlalu lintas," imbuh AKP Rieki.

Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat yang akan mengurus SIM agar mengurus sendiri ke layanan pembuatan SIM. Menurutnya, masyarakat Depok harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat lainnya.

Lebih jauh AKP Rieki menjelaskan tahapan pengurusan SIM. Tahapannya, pemohon terlebih dahulu diperiksa kesehatannya. Pemeriksaan terdiri dari tensi darah lalu diperiksa kesehatan matanya.

Bila dinyatakan sudah lulus, si pemohon mengikuti tahap kedua, yaitu tes teori. Jika dapat mengerjakan soal-soal teori dengan baik, petugas akan memberikan tanda kelulusan untuk selanjutnya si pemohon mengikuti ujian praktik.

Ujian praktik SIM C untuk kendaraan roda dua dan SIM A untuk kendaraan roda empat di Satpas Depok memang jadi terasa berat, bahkan menjadi momok bagi pemohon SIM.

"Berat juga sih, kendaraan nyenggol patok saja sudah dinyatakan tidak lulus," ungkap Ramlan ketika sedang mengikuti ujian SIM A untuk roda empat  di Satpas Depok.

Ramlan mengatakan bahwa ia harus mengulang ujian praktik itu dua minggu akan datang. Bila ia dinyatakan lulus, Ramlan dapat mengambil SIM A di loket pengambilan SIM.

Berbeda dengan Rahmat yang berhasil mengikuti semua tahapan persyaratan pembuatan SIM dan dinyatakan lulus ujian teori dan praktik.

"Lega rasanya sudah selesai mengurus SIM. Walaupun lama mengikuti berbagai tes, namun saya bisa melewati semua tahapan ujian," seloroh Rahmat puas.

Menurut Rahmat, biaya mengurus SIM C secara langsung terbilang murah. Dia hanya membayar Rp 155.000. Rinciannya, untuk biaya PNBP Rp 100.000, biaya cek kesehatan Rp 25.000, dan asuransi Rp 30.000.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM C dan SIM A, mereka dapat mengurusnya melalui layanan mobil SIM Keliling atau Simling. Layanan Simling beroperasi sejak pukul 10.00 hingga pukul 13.00 WIB. Hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, layanan SIM Keliling tidak melayani jasa pengurusan SIM dan surat-surat kendaraan motor lainnya.

"Operasional mobil SIM Keliling atau Simling yang sudah berjalan memberikan pelayanan di pusat keramaian maupun di jalan. Kini, setelah kita resmikan penambahan mobil Simling, masyarakat pedalaman yang jauh dari pusat kota bisa kami layani," tambah AKP Rieki.

Senada dengan AKP Rieki, Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan, dalam memberikan pelayanan prima kepada para pemohon pembuatan SIM, dalam waktu dekat akan disediakan Sistem Informasi Panduan (Sisfoyandu) Online.

Bentuk pelayanan prima Polres Metro Depok lainnya adalah menyediakan layanan bus keliling bagi kepengurusan SIM, berupa perpanjangan SIM A dan SIM C. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat yang tinggal di Bekasi dan  ingin mengurus SIM. Syaratnya pun cukup mudah. Cukup membawa SIM lama yang dikeluarkan oleh Polres Depok. Bukan SIM daerah atau kabupaten yang masih berlaku tidak lebih dari satu tahun. Pemohon cukup membawak fotokopi KTP sebanyak tiga lembar yang dikeluarkan oleh Kota Depok dan bukan dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten. (A. Rahmat A.S)

 

 

 

 

 

 

 

 

e-max.it: your social media marketing partner
Read 57 times
Rate this item
(0 votes)
Gubernur Olly Dondokambey saat menyampikan LKPJ Tahun Anggaran 2017 di ruang sidang DPRD Sulut

Manado,visioneernews-Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs Steven O.E Kandow (ODSK) selama tahun 2017 mampu membawa Sulawesi Utara semakin progresif di berbagai bidang.

Pemerintah Sulawesi Utara mampu mengoptimalkan pengelolaan PendapatanAsli Daerah (PAD) dari sebesar Rp 981.071.815.882 di tahun 2016 menjadi Rp 1.146.694.267.559 di tahun 2017.

"Optimalisasi pengelolaan pendapatan daerah melalui kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi sehingga mampu meningkatkan PAD Sulawesi Utara," kata Gubernur Olly Donkokambey saat menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2017 di ruang sidang DPRD Sulut, Jumat (6/4/2018) siang.

Provinsi Sulut juga memperoleh dana perimbangan sebesar Rp 2.508.041.622.193 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 77.185.233.000, sehingga secara keseluruhan total pendapatan daerah sebesar Rp 3.731.919.122.752.

Gubernur Olly juga menyampaikan laporan di bidang lainnya. Misalnya dalam urusan pariwisata. Di tahun 2017 upaya pengembangan pariwisata semakin diperlebar melalui promosi pariwisata ke mancanegara dan keikutsertaan dalam berbagai pameran promosi. Hasil positifnya meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulut di tahun 2017 mencapai 86.000 orang, dan wisatawan nusantara 1.698.523 orang.

"Hal ini memicu berkembangnya usaha sarana penunjang, seperti jumlah hotel berbintang mencapai 38 hotel, dan hotel non bintang mencapai 325 hotel," ujarnya.

Sementara dalam urusan penanaman modal, Gubernur menerangkan peningkatan signifikan investasi PMA dan PMDN dibandingkan target RPJMD, yakni sebanyak 346 proyek dengan nilai yang ditargetkan Rp 2,5 triliun.

"Sedangkan dalam realisasi kita mampu mencetak angka spektakuler, yakni sebesar Rp 7.935.940.139.000 atau mencapai 314,44 persen dari target," imbuhnya.

Berkembangnya sektor pariwisata serta meningkatnya nilai investasi PMA dan PMDN berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Sulut.

Gubernur Olly menuturkan, perekonomian Sulut tahun 2017 tumbuh sebesar 6,32 persen, meningkat sebesar 0,15 persen dibandingkan tahun 2016 yang berada pada poin 6,17 persen.

Angka kemiskinan juga mampu ditekan sebesar 0,3 persen dari angka 8,20 persen di tahun 2016 menjadi 7,9 persen di tahun 2017, diikuti angka pengangguran sebesar 6,20 persen di tahun 2016 berkurang menjadi 6,18 persen di tahun 2017. Untuk inflasi, turun dari 3,31 persen di tahun 2016 menjadi 2,44 persen di tahun 2017. Sebaliknya pada bidang investasi mengalami kenaikan signifikan dari Rp 4,5 triliiun di tahun 2016 naik menjadi Rp 6 triliun di tahun 2017.

Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E Kandow (OD-SK)

Berkaitan bidang pendidikan, Gubernur Ollymenyebutkan berbagai kemajuan dan prestasi yang telah dicapai. Antara lain, Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk SD 106,09 persen, SMP 106,93 persen, dan SMA 88,22 persen. Kemudian Angka Partisipasi Murni (APM) SD 89,93 persen, SMP 76,19 persen, dan SMA 61,97 persen, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7-12 tahun sebesar 98,12 persen, usia 13-15 tahun 88,50 persen, dan usia 16-18 tahun 68,52 persen.

Selanjutnya Angka Putus Sekolah untuk SD 0,13 persen, SMP 0,37 persen, SMA 0,08 persen, dan SMK 0,40 persen. Angka Melek Huruf sebesar 99,63 persen, atau mampu menekan angka buta huruf hingga titik 0,37 persen, dengan kontribusi rata-rata bersekolah mencapai 9,09 tahun dan tingkat kelulusan SD mencapai 100 persen kelulusan, SMP 99,99 persen, SMA 99,97 persen, dan SMK 99,96 persen.

"Angka tersebut menjadi cerminan keberhasilan kinerja kita dalam aspek pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan," ungkapnya.

Untuk kinerja di bidang kesehatan, menurut Olly, terjadi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Sulut. Hal ini dapat dilihat dari Angka Harapan Hidup terus meningkat hingga mencapai usia 71,02 tahun, menurunnya jumlah kasus gizi buruk , dari 40 kasus di tahun 2016 mampu ditekan hingga 25 kasus di tahun 2017, atau berkurang sebesar 38 persen. Presentase gizi buruk yang mendapatkan perawatan mencapai 100 persen.

Sementara itu, Angka Kematian Ibu (AKI) menurun dari 54 kasus di tahun 2016 menjadi 36 kasus di tahun 2017, dan penurunan angka kematian bayi dari 250 kasus di tahun 2016, turun menjadi 161 kasus di tahun 2017.

Gubernur Olly berharap agar seluruh pelaksanaan pembangunan Sulut ke depan semakin menguatkan hubungan kerja pemerintah daerah dengan DPRD.

"Saya meyakini bahwa posisi paling depan sebagai mitra kerja pemerintah daerah adalah DPRD. Kami merasakan sinergitas yang telah terbangun secara mutual. Sambil berharap, ke depan hubungan kerja akan lebih baik lagi, lebih efekif, kokoh, dan luwes, serta saling memajukan secara timbal balik ke arah perubahan yang lebih baik," paparnya.

Usai penyampaian LKPJ dari Gubernur Olly, di tempat yang sama Ketua Deprov Andrei Angouw berjanji akan segera membahasnya melalui panitia khusus (pansus).

"Para personel pansus akan membahas laporan pertanggungjawaban gubernur dalam waktu yang telah ditentukan dan akan disampaikan dalam sidang paripurna istimewa," kata Andrei.

Rapat paripurna turut dihadiri Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw, Kapolda Irjen Pol. Bambang Waskito, Kajati Roskanedi, dan para pejabat Pemprov Sulut (Herman Manua)

 

e-max.it: your social media marketing partner
Read 53 times
Rate this item
(0 votes)
Kombes Pol. H. Agus Rohmat, SIK, MH, M.Hum saat memberikan sambutan di acara Reuni Temu Kangen Lulusan MI Sulfa tahun 1982

Demak,visioneernews-Kabidkum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. H. Agus Rohmat, SIK, MH, M.Hum, bersama para guru dan alumni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sultan Fatah (Sulfa) Demak Lulusan 1982 menjalin silaturahim dengan menggelar Reuni Temu Kangen di Resti Galaxy, Jalan Bhayangkara Mangunjiwan, Demak, Minggu (25/3/2018).

Acara Temu Kangen ini dihadiri kurang lebih 50 orang alumni dan sepuluh mantan guru pada waktu itu. Kedelapan mantan guru tersebut yaitu Mashudi, Tasripah, Suyitno, Musyofa, Mahmudi, Mukhlas, Fauzi, Chofsah, Fauzi, dan Mulyatno. Hadir pula Ahmad Nawawi yang saat ini menjabat Kepala Sekolah MI Sulfa Demak.

Kombes Agus Rohmat selaku Ketua Panitia Reuni Temu Kangen Lulusan 1982 dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan gembiranya bisa bertemu dan menjalin silaturahim dengan teman-teman seangkatannya maupun para guru di MI Sulfa setelah 36 tahun bisa bertemu kembali.

Agus Rohmat yang kini menjabat Kabidkum Polda Metro Jaya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para guru yang telah mendidiknya serta para murid selama menempuh ilmu di bangku MI Sulfa Demak.

“Jasa para guru di MI Sulfa begitu besar hingga kami bisa seperti sekarang ini. Berkat jasa para pahlawan tanpa jasa dari MI Sulfa Demak, para alumni lulusan 1982 telah banyak yang berhasil dan sukses,” tutur mantan Kapolres  Salatiga dan Kendal tahun 2008 hingga 2011 ini.

Agus Rohmat mengajak para undangan untuk memanjatkan syukur kehadirat  Allah SWT, karena meskipun dipisahkan waktu tempat, dan kesibukan aktivitas masing-masing, masih diberikan kesempatan untuk datang dan menghadiri acara silaturahim ini.  

Sementara itu, Mukhlas mewakili mantan guru MI Sulfa mengatakan, "Kami, para guru MI Sulfa tahun 1982 tidak menyangka anak-anak yang kami didik 36 tahun lalu masih mau datang ke rumah gurunya hingga mengadakan acara silaturahim Temu Kangen seperti ini." 

Acara ini, kata Mukhlas, sangat menyetuh hati dirinya serta para mantan guru MI Sulfa. "Kami terenyuh dan menangis. Kami mengucapkan terima kasih dan mendoakan semoga Allah SWT memberikan balasan kepada anak-anak mantan muridnya yang sekarang sudah banyak yang menjadi pejabat dan pengusaha. Mereka begitu peduli dengan kami, mantan gurunya, bahkan dengan sesama almamaternya di MI Sulfa Demak," tutur Mukhlas. 

Alumni MI Sulfa lulusan 1982 bersama para mantan guru dan Kepala Sekolah MI Sulfa, Ahmad Nawawi

Mewakili rekan-rekannya lulusan 1982, Agus Rohmat menyampaikan permohonan maaf kepada para guru dan pengurus MI Sulfa bila selama belajar dahulu melakukan perbuatan yang kurang berkenan di hati para guru. “Bimbingan dan didikan para guru semoga menjadi amal jariyah dan memberikan ilmu bermanfaat yang tiada putus amalnya,” kata Agus Rohmat mendoakan jasa para guru MI Sulfa.

Pada acara itu juga diserahkan kenang-kenangan untuk MI Sulfa berupa seperangkat komputer lengkap dengan UPS dan printer yang diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Ahmad Nawawi.

Ahmad Nawawi mengungkapkan bahwa ia merasa surprise karena masih masih ada alumni yang sudah lulus 36 tahun silam mau mengenang almamaternya sekaligus menjalin silaturahim dengan para mantan guru dan kawan-kawannya.

“Semoga niat baik para alumni lulusan 1982 ini mendapat balasan dari Allah SWT, menjadi amal sholeh, serta dapat ditiru para alumni MI Sulfa lainnya,” kata Ahmad Nawawi. (Syarif)

e-max.it: your social media marketing partner
Read 213 times
Rate this item
(3 votes)
Ansor dan Banser Kabupaten Demak menggelar doa bersama di Pendopo Kabupaten Demak, Minggu (25/3/2018) malam

Demak,visioneernews-Bupati Demak, M Natsir menandatangani surat pernyataan menutup tempat karaoke di sela acara doa bersama yang diselenggarakan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Demak, Minggu (25/3/2018) malam.

Acara doa bersama itu dalam rangka menyambut hari jadi ke 515 Kabupaten Demak yang berlangsung di Pendopo Demak.  Hadir dalam acara itu Ketua GP Ansor Kabupaten Demak Nurul Muttaqin beserta ribuan anggota Ansor dan Banser, Wakil Bupati Demak Joko Sutanto, Ketua PC NU Demak KH Aminudin, Ketua MUI Demak M Asiq, Forkominda Demak, serta santri pondok pesantren di Demak.

Ketika dilangsungkan pembacaan dzikir dan istighosah yang dipimpin oleh KH Munawar Sujud, pimpinan Ponpes Assujudiyah, Tembiring Demak, semua undangan mengikuti secara khusuk. 

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan pelantikan Satkorcab Banser Mada Khidmad untuk periode 2017-2021. Adapun tongkat komando Banser Demak kini dipegang oleh Teguh Ali Irfan.

Nurul Muttaqin, Ketua GP Ansor Kabupaten Demak dalam sambutannya mengajak Ansor dan Banser agar menjaga nilai-nilai luhur yang ditinggalkan para auliya dan jangan membiarkan kemaksiatan merajalela di Kabupaten Demak.

"Mari buktikan kita punya visi yang jelas. Hari ini adalah momentum untuk menunjukkan peran Ansor dan Banser," kata Nurul.

Menurut Nurul, Banser dan Ansor tidak pantas disebut penjaga dan pengawal para ulama jika hanya diam saja melihat adanya kemaksiatan di sekitar kita. "Sanggupkah kita memberantas kemaksiatan?" tanya Nurul, yang langsung dijawab secara kompak oleh Ansor dan Banser,"Sanggup!"

Nurul juga mengajak seluruh anggota Ansor dan Banser untuk menyamakan visi mengawal NU di bumi Indonesia, menjaga dan mengawal kyai, serta menegakkan amar makruf nahi mungkar.  

"Kami siap mengawal para alim ulama dan menjaga harkat dan martabat ulama walaupun nyawa taruhannya, dan kami tidak akan bergeming," tegas Nurul.

Di akhir acara, Bupati Demak M Natsir menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk menutup tempat karaoke di Kabupaten Demak, dan dilanjutkan penandatanganan MoU penutupan tempat karaoke antara masyarakat Demak yang diwakili oleh MUI, FKUB, PC NU, PD Muhammadiyah, serta perwakilan parpol. (Syarif)

 

e-max.it: your social media marketing partner
Read 102 times
Rate this item
(0 votes)
  •  Start 
  •  1 
  •  End 

K2 Tags

K2 Calendar

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            

Sering Dibaca

Google Ads

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction