Potensi Wisata

Peresmian IKKON Bekraf 2018 oleh Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik

Jakarta,visioneernews-Kabupaten Siak, Riau; Kabupaten Belitung, Bangka Belitung; Kabupaten Dompu, NTB; Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Utara, dan Kota Singkawang, Kalimantan Barat, terpilih sebagai tempat penyelenggaraan Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) Bekraf 2018.

IKKON merupakan program yang diluncurkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam upaya meningkatkan potensi budaya tak benda maupun produk budaya di suatu daerah.

Di era ekonomi kreatif, potensi yang ada di masing-masing daerah itu dapat menjadi inspirasi bagi para kreator dari 16 sub sektor. Melalui ekonomi kreatif, potensi lokal tersebut dapat dikembangkan bentuk dan fungsinya sesuai dengan kebutuhan kekinian, sehingga pada akhirnya dapat memberi nilai tambah yang  meningkatkan nilai ekonominya.

“Indonesia memiliki potensi produk-produk kerajinan, namun tantangannya adalah produk tersebut masih bersifat tradisional, tidak dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup modern, belum berkembang, dan tidak mengalami diversifikasi produk.  Karena itu, Bekraf mencetuskan IKKON yaitu program berkelanjutan yang mengedepankan konsep kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif profesional, perajin lokal, dan segenap stakeholders lokal,” papar Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik mewakili sambutan Kepala Bekraf, Triawan Munaf dalam acara peluncuran IKKON Bekraf 2018 di Jakarta, Kamis (26/4/2018)

Acara tersebut juga dihadiri Bupati Dompu, Bambang M. Yasin; Sekretaris DInas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Suryanto; Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Fauzi Asni; Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Hermanto; Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Nadar; Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Bekraf, Abdur Rohim Boy Berawi, Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf, Poppy Savitri, Panitia Pengarah IKKON,Mizan Allan; dan 60 orang pemandu IKKON Bekraf 2018.

Tujuan program IKKON, jelas Ricky, agar potensi budaya tersebut mengalami inovasi, berdampak ekonomi, dan berorientasi pada pasar komersil. Sehingga dapat menciptakan kesejahteraan bagi para pengrajin dan pelaku kreatif, juga memberi dampak pada peningkatan ekonomi daerah.

Ki-ka: Suryanto,  Fauzi Asni,  Hermanto,  Bambang M. Yasin,  Ricky Joseph Pesik, Abdur Rohim Boy Berawi, Nadar, Poppy Savitri,  dan Mizan Allan.

Program ini telah dijalankan pada tahun 2016 dan 2017 yang telah menyentuh 51 Desa Binaan dari 10 kabupaten/kota di Indonesia. Melanjutkan perjalanan IKKON, pada tahun 2018 ini, Bekraf kembali memilih lima kabupaten/kota yang akan mengikuti pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal.

Kriteria Daerah Peserta Program IKKON

Kelima kabupaten/kota terpilih telah melalui proses tiga tahapan yaitu, dimulai dari memilih daerah nominasi dengan persyaratan yang telah ditetapkan antara lain masuk dalam wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal), termasuk dalam sepuluh destinasi pariwisata prioritas nasional, daerah yang mengirimkan banyak TKI dengan cara ilegal, serta kabupaten/kota yang sudah memiliki MoU dengan Bekraf dan sudah mengisi survey PM3KI dari Bekraf.

Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf, Abdur Rohim Boy Berawimenjelaskan bahwa pengembangan potensi ekonomi kreatif tidak hanya berbasis urban, digital, dan akademis, tetapi juga komunitas, di mana peserta program IKKON dan masyarakat lokal dapat saling berbagi, berinteraksi, bereksplorasi dan berkolaborasi.

Hasil kerajinan ekonomi kreatif yang dipamerkan di IKKON Bekraf 2018

Bagi daerah terpilih kami telah merancang program pengembangan yang terdiri dari empat  bagian penting yaitu mapping, design process, prototyping, dan pameran inspirasi lokal.

“Tidak hanya itu, Bekraf juga memfasilitas pengembangan dalam bidang pemasaran dan promosi,” jelas Boy Berawi.

Dalam pelaksanaan program IKKON 2018, Bekraf dan tim profesional yang terdiri dari mentor, desainer (produk, interior, fashion, tekstil, komunikasi visual), arsitek, koreografer tari, fotografer, videografer, antropolog, dan business developer akan dikirim ke berbagai titik desa binaan dari lima kabupaten/kota terpilih.

Dengan konsep live in designer di mana tim akan berinteraksi dengan masyarakat lokal untuk menggali potensi kreatif daerah. Dari kolaborasi bersama perajin dan stakeholder lokal akan menghasilkan sebuah inovasi yang merupakan ikon baru produk kreatif daerah tersebut.

Sejak tahun 2016 hingga 2017 IKKON telah berhasil membina 10 kabupaten/kota, 51 Desa Binaan, 2000 pelaku kreatif lokal, dan 120 peserta IKKON.

Sementara itu, Bupati Dompu dan keempat kepala dinas pariwisata dari Kabupaten Siak Kabupaten Belitung, Kabupaten Wakatobi, dam Kota Singkawang merasa bersyukur daerahnya terpilih sebagai daerah binaan dalam program IKKON Bekraf 2018.

Mereka mengungkapkan akan melakukan kajian pemilihan potensi unggulan dari berbagai macam potensi yang ada di daerahnya masing-masing untuk selanjutnya dimasukkan dalam program binaan IKKON Bekraf 2018. (Syarif)

e-max.it: your social media marketing partner
Read 55 times
Gunung Rinjani

Jakarta,visioneernews-Hasil Sidang Executive Board Unesco ke-204 pada Selasa, 17 Maret 2018, secara resmi menetapkan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu dan Geopark Rinjani diberikan peringkat UNESCO Global Geopark (UGG) .

Selain Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu dan Geopark Rinjani, Unesco juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG.

Saat ini, berarti berarti Indonesia memiliki empat UGG, yaitu Geopark Batur di Bali, Gunung Sewu di Jawa Tengah, Rinjani di Lombok NTB, dan Ciletuh Pelabuhan Ratu di Jawa Barat.

Predikat ini tentunya membawa geopark-geopark Indonesia layak menjadi destinasi wisata dunia.

General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu, Dana Budiman mengatakan, potensi geopark sangat besar. "Keiindahan alamnya lengkap. Lanskap, gunung, air terjun, sawah, ladang, berujung di muara sungai ke laut, harus cepat dikembangkan agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakat juga," kata Dana Budiman.

Geopark Ciletuh adalah kawasan yang terdiri atas gunung dan pantai disertai komposisi batuan purba. Batuan itu muncul ke permukaan karena terendapkan dalam palung laut hasil penunjaman lempeng benua pada Zaman Kapur, antara 50-65 juta tahun silam. Sementara perjalanan geopark Rinjani untuk mendapatkan UGG ditempuh melalui perjalanan lebih panjang.

Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah. Selain itu, pantainya yang keren mempunyai ombak yang disukai para surfer. Pantai Cimaja yang berada di kawasan geopark sering terpilih sebagai lokasi lomba surfing berskala internasional.

Sementara Gunung Rinjani (3.726 meter) merupakan gunung vulkanik tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci (3.800 meter), dan merupakan salah satu dari tiga gunung api aktif di Nusa Tenggara Barat. Gunung Rinjani terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Pulau Lombok, NTB. Jadi Geopark Rinjani juga memiliki potensi wisata yang tidak kalah indahnya.

Geopark Rinjani terdiri dari kawasan pantai, laut, Gunung Rinjani, hutan, dan dikelola beberapa organisasi dan lembaga. Keanekaragaman hayati yang meliputi berbagai tipe vegetasi hutan antara lain vegetasi hutan savana, hutan hujan dataran rendah, dan hutan hujan pegunungan.

Warisan budaya yang terdapat di kawasan Geopark Rinjani mencakup budaya masa kini yang dilakukan pada masa modern dan masa lalu yang dilakukan pada masa pra-sejarah.

Geopark dalam Konsep Pembangunan Berkelanjutan

Geopark dalam konsep pembangunan berkelanjutan memiliki tujuan mulia, yaitu merubah pola pikir (mindset) pemanfaatan sumber daya alam khususnya warisan geologi yang selama ini baru dimanfaatkan melalui kegiatan ekstraktif yang diubah menjadi upaya konservasi untuk meningkatkan perekonomian lokal maupun regional.

Konsep geopark adalah menyatukan perlindungan warisan geologi ke dalam strategi pengembangan sosiobudaya dan ekonomi yang harmonis dengan konservasi lingkungan alam.

Sebuah kawasan dapat dikatakan geopark ketika mempunyai unsur atau nilai warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya.

Konsep geopark tersebut dirasakan sangat cocok untuk dikembangkan sebagai bagian dari pariwisata yang lestari dan berkelanjutan. Terbukti, dengan perkembangan yang cukup pesat di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Hingga saat ini, Indonesia memiliki empat kawasan UGG (Batur, Gunung Sewu, Rinjani, dan Peabuhan Ratu), dan tujuh kawasan Geopark Nasional (Merangin Jambi, Kaldera Toba, Pulau Belitong, Raja Ampat, Tambora, Maros-Pangkep, dan Bojonegoro). Selain itu, di Indonesia terdapat 80 lebih kawasan yang dapat dijadikan geopark nasional karena mempunyai potensi warisan geologi.

Berbagai program kegiatan tentunya harus terus dikembangkan untuk dua UGG baru ini (Rinjani dan Ciletuh Pelabuhan Ratu). Misalnya, promosi dan pengelolaan kawasan geopark secara serius dalam dengan mengedepankan keberlanjutan.

Selain itu, tantangan ke depan pun semakin besar. Permasalahan pelestarian lingkungan, khususnya masalah sampah harus teratasi dengan baik.

Keragamanan geologi, hayati, dan budaya di kawasan geopark ini pun harus dimanfaatkan dan diolah untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. (Syarifudin Bachwani)

e-max.it: your social media marketing partner
Read 43 times

K2 Tags

K2 Calendar

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            

Sering Dibaca

Google Ads

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction