FOKUS

Published in FOKUS

Adik Wiji Thukul : Saya Berharap Jokowi Menonton Film "Istirahatlah Kata-Kata"

Jan 09, 2017 Hit: 294 Written by 
Adik Wiji Thukul : Saya Berharap Jokowi Menonton Film "Istirahatlah Kata-Kata"

Jakarta-Sebuah film yang mengisahkan tentang sepenggal kehidupan penyair Wiji Thukul, akan dirilis pada 19 Januari bulan ini.

Keluarga dan kerabat penyair Wiji Thukul berharap Presiden Joko Widodo dapat menonton film berjudul “Istirahatlah Kata-Kata", yang akan diputar di delapan kota Indonesia pada 19 Januari 2017. Film garapan sutradara Yosep Anggi Noen ini bercerita tentang masa-masa pelarian Wiji Thukul dari kejaran Pemerintah Orde Baru hingga kemudian dikabarkan hilang tanpa jejak pada 1998.

Keinginan film tersebut ditonton Presiden bukan tanpa sebab. Mereka ingin, negara kembali tergerak untuk menyelesaikan kasus hilangnya sejumlah aktivis pada masa Orde Baru di tahun 1998 lalu. Karena selain Thukul, masih banyak nama aktivis lain yang hingga kini tak jelas kabar beritanya.

"Dengan diputarnya film ini, orang akan kembali bertanya, siapa Widji Tukhul? Ada apa dengan dia? Kalau masyarakat banyak bertanya, negara akan gelisah," kata Wahyu Susilo pembicara yang juga adik Wiji Thukul dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Minggu (08/01/17).

Harapan bisa hadirnya Jokowi untuk menonton film tersebut sebenarnya bukan harapan yang mengada-ada. Bagi Jokowi, sosok Wiji Thukul bukanlah sosok yang asing.
Wahyu Susilo, mengaku Jokowi itu adalah pengagum Widji Tukhul. Puisi favoritnya adalah "Peringatan".

"Saat menjadi Wali Kota Solo, Jokowi juga menjadi pejabat pertama yang mendatangi istri Wiji Thukul, yaitu Sipon," kata Wahyu.

Tidak hanya itu, Jokowi pun saat menjabat sebagai Walikota Solo memfasilitasi acara pembacaan puisi untuk mengenang Wiji Thukul. Dia berharap dengan hadirnya Presiden untuk menonton film tersebut, menjadi pengingat bagi pemerintah untuk menyelesaikan kasus HAM.

"Kita bikin barisan pengingat. Sebar puisinya, bikin mural untuk mengingatkan kita masih punya utang sejarah," ucapnya.

Fitri Nganthi Wani, anak pertama Wiji Thukul, berharap pemerintah dapat mengungkap keberadaan Ayahnya. Meskipun ia tahu pemerintah juga tak akan mudah mengungkap kasus ini.

"Saya percaya Jokowi orang baik. Saya bukan sekali dua kali bertemu beliau. Tetapi kita juga menyadari banyak orang di belakang Jokowi yang menyulitkan proses itu. Kami masih berharap ada penyelesaian tentang itu," kata Wani.

Dalam konferensi pers tersebut hadir pula sejumlah rekan Thukul seperti Nezar Patria, Mugiyanto Sipin, Rahardjo Waluyo Djati, dan Wilson Obrigados. Yosep Anggi Noen juga turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Film "Istirahatlah Kata-Kata" bukanlah film baru. Film tersebut pertama tayang pada Oktober 2016 di sejumlah festival luar negeri sebelum akhirnya diputar di Indonesia 19 Januari 2017. Selama diputar di berbagai festival, film ini mendapat sejumlah penghargaan baik dari dalam dan luar negeri.

“Selain Jokowi yang akan diundang, Iwan Fals dan Slank juga akan kami undang. Kalau Iwan Fals lewat lagunya yang "Pulanglah Pak" itu mengisahkan Wiji Thukul,” imbuh Wahyu. (Elwan)

Last modified on Saturday, 14 January 2017 00:09
Read 294 times
Rate this item
(0 votes)
Syarif Bachwani

Jurnalis Profesional, pekerjaannya didedikasikan pada masyarakat umum dan dinaungi sebuah organisasi profesi dengan karakter menuntut pengetahuan yang tinggi.

Website: visioneernews.com

K2 Tags

K2 Calendar

« August 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      

Sering Dibaca

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction