HUKUM

Published in HUKUM

Setelah Antasari Dapat Grasi, SBY Dapat Informasi Bakal Diserang

Feb 14, 2017 Hit: 2427 Written by  Elwan, Editor Syarif
Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di rumahnya di kawasan Mega Kuningan, Jaksel
Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di rumahnya di kawasan Mega Kuningan, Jaksel Foto Elwan

Jakarta,visioneernews - Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menuding ada campur tangan penguasa di balik manuver yang dilakukan Antasari Azhar hari Selasa (14/2/2017).

 

SBY merasa dirinya difitnah oleh Antasari yang mengaku kasusnya telah dikriminalisasi karena tidak memenuhi keinginan SBY. Antasari menyebut SBY mengutus Hary Tanosoedibjo untuk meminta dirinya tidak menahan Aulia Pohan.

Menyikapi pernyataan Antasari, SBY menggelar jumpa pers di Mega Kuningan, Selasa (14/02/17) malam.

"Saya meyakini apa yang dilakukan Antasari ini tidak mungkin tanpa blessing atau restu kekuasaan," kata SBY.

SBY merasa manuver Antasari itu tidak lepas dari runtutan peristiwa di mana Presiden Jokowi mengeluarkan grasi untuk Antasari. Grasi tersebut, kata SBY, bermuatan politis.

SBY mengatakan, sehak dua bulan lalu (Desember 2016), ia telah menerima informasi bahwa mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) alias Antasari Azhar bakal menyerang dirinya. Serangan itu adalah bagian dari upaya menggerus suara Agus Harimurti Yudhoyono yang tengah maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta," ungkap SBY.

SBY pun mengingatkan kepada para penguasa agar berhati-hati dalam menggunakan kekuasaan. "Para penguasa hati-hatilah dalam menggunakan kekuasan, jangan bermain api, terbakar nanti. Ingatlah rakyat, takutlah kepada Allah. Kalau penguasa sewenang-wenang, maka keadilan Allah yang akan datang," pungkas SBY.

SBY juga mengungkapkan akhir-akhir ini banyak yang tidak berani bertemu dengan dirinya. “Menerima telepon saya pun mereka menghindar, karena katanya takut disadap," kata SBY.

Karena itu, ia menilai segala tuduhan Antasari kepadanya tidak masuk akal. Di sisi lain, SBY menyindir rezim penguasa yang dinilainya sudah mengalami penyalahgunaan kekuasaan.

“Apa belum puas terus memfitnah dan  hancurkan nama baik saya sejak November 2016, agar elektabilitas Agus hancur dan kalah. Luar biasa negara ini. Tak masuk di akal saya. Naudzubillah. Betapa kekuasaan bisa berbuat apa saja. Jangan berdusta. Kami semua tahu,” SBY menegaskan.

Saling Melapor ke Bareskrim Polri

Merasa difitnah, Partai Demokrat melaporkan balik mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut merupakan reaksi atas kicauan Antasari yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono terlibat dalam kriminalisasi kasusnya.

Perwakilan partai yang datang ke Bareskrim Polri antara lain Wakil Sekjen PD, Didi Irawadi Syamsuddin dan juru bicara PD, Imelda Sari.

"Laporan ini soal fitnah dan pencemaran nama baik," ujar Didi di kantor Bareskrim Polri  Jakarta, Selasa (14/2/2017) malam.

Namun, Didi belum mau menjelaskan detail soal laporan itu. Ia berjanji akan memberi penjelasan seusai mendaftarkan laporan. Menurutnya, setelah laporan, pihaknya akan berikan penjelasan.

Antasari sebelumnya menganggap ada pihak yang sengaja mengkriminalisasi dirinya. Ia menduga SBY merupakan perancang skenario tersebut.

Sekitar Maret 2009, Antasari mengaku pernah didatangi oleh CEO MNC Group Hary Tanoesodibyo. Hary mengaku diutus oleh pihak Cikeas untuk meminta agar KPK tidak menahan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Aulia Tantowi Pohan. Aulia merupakan besan SBY.

Mendengar permintaan itu, Antasari menolaknya. Menurut dia, sudah prosedur di KPK untuk menahan seseorang yang sudah dijadikan tersangka. Namun, Hary terus memohon kepadanya. Antasari bersikeras untuk menolak.

Dua bulan kemudian, Antasari ditangkap polisi. Ia dituduh membunuh Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Antasari menduga bahwa kasusnya tak terlepas dari kedatangan Hary ke rumahnya malam itu yang diutus pihak Cikeas. Ketika melaporkan adanya kriminalisasi terhadap dirinya ke Kebareskrim Polri, Selasa (14/2/2017), Antasari baru menyebut bahwa SBY lah yang mengurus Hary. Ia pun meminta SBY jujur mengenai kriminalisasi dirinya yang membuatnya harus mendekam selama delapan tahun.

Antasari bertanya, untuk apa SBY menyuruh Hary Tanoe datang ke rumahnya malam-malam. “Apakah bisa dikatakan bahwa SBY tidak intervensi perkara? Ini bukti. Untuk tidak menahan Aulia Pohan,” duga Antasari. (Elwan/Editor Syarif)

 

Last modified on Tuesday, 14 February 2017 18:55
Read 2427 times
Rate this item
(0 votes)

K2 Tags

K2 Calendar

« August 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      

Sering Dibaca

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction