HUKUM

Published in HUKUM

FSP BUMN Bersatu Desak KPK Usut Korupsi Crane

Mar 20, 2017 Hit: 10030 Written by  Eko Mercurio
Pengadaan mobile crane oleh Pelindo II
Pengadaan mobile crane oleh Pelindo II Foto Istimewa

Jakarta,visioneernews-Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Widodo Tri Sektianto, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas pelaku dan pengambil keputusan dugaan korupsi pengadaan crane di Pelindo II yang merugikan negara serta memeriksa mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) Pelindo II, Orias Petrus Moedak.

 

Widodo menyebutkan, Pengadilan Tipikor pada November lalu, akhirnya menggelar kasus korupsi yang melibatkan mantan pejabat PT Pelindo II. Dia mengaku, hakim mengadili dua terdakwa, Ferialdy Noerlan, mantan Direktur Operasi dan Teknik Pelindo II dan Haryadi Budi Kuncoro, bekas Senior Maganer Peralatan, sekaligus adik mantan Ketua KPK Bambang Widjojanto.

“Terjadinya praktik korupsi di era RJ Lino yang waktu itu menjabat Direktur Utama Pelindo II, memasukkan proyek pengadaan derek atau mobile crane untuk delapan cabang pelabuhan, padahal tidak dibutuhkan,” kata Widodo dalam siaran pers, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, Direktur Keuangan Pelindo II, Dian M Noer, menolak untuk menyetujui proyek pengadaan crane yang tanpa melalui tender dan tidak sesuai spesifikasi yang dibutuhkan Pelindo.

“Hingga tahun 2012, Dian M Noer dipecat oleh RJ Lino yang sebenarnya sangat tidak lazim di sebuah BUMN. RJ Lino kemudian mengajukan Orias Petrus Moedak sebagai Direktur Keuangan Pelindo II pada 2013, agar mudah memuluskan konspirasi LJ Lino,” ungkapnya.

Terbukti, lanjut Widodo, dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum menuturkan bahwa konspirasi bermula dalam sebuah rapat pada Oktober 2010. Waktu itu, RJ Lino mengusulkan pengadaan mobile crane berkapasitas 25 ton dan 65 ton.

Pelaksanaan akan dilakukan pada 2011 dengan Ferialdy dan Haryadi sebagai pelaksananya. “Pengadaan crane tersebut dilaksanakan pada 2011 dengan pelaksana kegiatan adalah terdakwa Ferialdy Noerlan yang memerintahkan Haryadi Budi Kuncoro untuk membuat kajian investasi dan menghitung harga satuan mobile crane, yang kemudian ditolak oleh Dian M Noer,” paparnya.

Sementara, pada saat kasus korupsi pengadaan crane disidik oleh Bareskrim Polri, Orias Petrus beberapa kali diperiksa oleh polisi sebagai saksi. Namun, dalam pemeriksaan oleh KPK, Orias dikesankan seperti tidak mengetahui kasus konsiprasi mark up pengadaan crane yang merugikan negara.

“Padahal, menurut informasi perintah pembayaran dan persetujuan pengadaan crane tersebut, dilakukan saat Orias menjabat Direktur Keuangan Pelindo II,” ujarnya.

Karena itu, FSP BUMN Bersatu, Widodo menekankan, mendesak KPK untuk mengusut tuntas aktor-aktor pelaku dan pengambil keputusan korupsi pengadaan crane di Pelindo II yang merugikan negara, dengan memeriksa Orias Petrus Moedak. Kemudian,  segera menyidangkan RJ Lino yang sudah dinyatakan sebagai tersangka dan dibatalkan dengan gugatan praperadilan LJ Lino kepada KPK di PN Selatan agar kasus korupsi tersebut terang benderang, terbukti telah terjadi korupsi di Pelindo II.

Tidak hanya masalah korupsi crane, Orias Petrus Moedak, kata Widodo, juga patut diperiksa KPK karena dampak kerugian yang dialami oleh Pelindo II dalam kasus penerbitan dan penjualan global bond Pelindo II saat menjadi Direktur Keuangan Pelindo II.

Kerugian dalam masalah global bond, ungkap Widodo, diakibatkan karena menjadi sia-sia tidak digunakan dana tersebut, akibat proyek-proyek Pelindo II yang akan didanai oleh hasil penjualan global bond tidak ada. Akibatnya,  Pelindo II harus menanggung bunga dari global bond yang cukup tinggi. (Eko Marciano)

Last modified on Monday, 20 March 2017 06:42
Read 10030 times
Rate this item
(0 votes)

K2 Tags

K2 Calendar

« October 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

Sering Dibaca

Galeri Video

PILKADA

101 Daerah yang Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ...
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Green red Oranges blue crimson

Body

Background Color
Text Color

Header

Background Color
Background Image

Spotlight4

Background Color

Footer

Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction