Home » Bamsoet “Melawan” Pendukungnya Dinonaktifkan sebagai Ketua DPD Golkar
POLITIK

Bamsoet “Melawan” Pendukungnya Dinonaktifkan sebagai Ketua DPD Golkar

Jakarta,visioneernews-Posisi Toto Sunanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Jawa Barat, sudah digantikan oleh Lili Eliyah. Konon, Toto “dilengserkan” karena mendukung Bambang Soesatyo sebagai Ketum Golkar di Munas Golkar 2019.

Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menduga pergantian posisi Plt DPD Kota Cirebon dari Toto Sunanto kepada Lili Eliyah pada Jumat (5/7/2019) kemarin, ada kaitan dengan rencana pencalonan dirinya sebagai ketua umum Partai Golkar.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memang digadang-gadang sebagai bakal calon kuat ketua umum Partai Golkar yang akan bersaing dengan Ketum Partai Golkar petahana Airlangga Hartato di munas nanti.

Bamsoet mengklaim sudah mendapat dukungan dari beberapa Ketua DPD Partai Golkar, baik tingkat I dan II. Plt DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Toto Sunanto, merupakan salah satu pihak yang mendukung langkah Bamsoet.

“Kami dari Kota Cirebon mendukung secara penuh pencalonan Bamsoet. Mudah-mudahan dipimpin Bamsoet ada perubahan besar di Golkar, ” kata Toto Sunanto di sela pertemuannya dengan Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/6).

Toto enggan berkomentar banyak soal dukungan Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menyatakan dukungannya kepada petahana Airlangga Hartato sebagai ketua umum Partai Golkar periode berikutnya.

Ia hanya berkomentar, ” Semua pihak berhak untuk maju dalam pencalonan tersebut. “

Apa lacur, Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah menerima SK dari DPP Partai Golkar tentang pergantian dan pengangkatan Plt DPD Partai Golkar Kota Cirebon dari Toto Sunanto kepada Lili Eliyah.

“Ini partai politik yang diatur dengan tata aturan dan tata nilai. Bukan seperti perusahaan pribadi yang seenaknya Anda mengambil keputusan, karena takut rugi dan bangkrut,” lontar Bamsoet, menanggapi “pelengseran” Toto Sunanto.

Menurut Bamsoet, dalam partai politik, sikap kebijaksanaan, demokratis dan egaliter, adalah yang diutamakan bukan sektarian dan otoritarian.

“Satu hal yang tak elok dan sangat merusak sendi berdemokrasi di partai, jika hanya persoalan berbeda dukungan kemudian seorang pemimpin melancarkan intimidasi, mengkoptasi hak hak politik orang yang tidak bersalah,” bebernya.

Tak hanya Toto yang akan dilengserkan. Bamsoet mendapat informasi, ketua-ketua DPD Partai Golkar yang mendukung dirinya akan dinonaktifkan.

”Rencana Selasa besok di DPD I Maluku akan ada rapat untuk menonaktifkan ketua-ketua DPD II yang memberi dukungan politik ke Bambang Soesatyo,” ungkapnya.

Sebenarnya, kata Bamsoet, mereka tidak bersalah secara norma sebagaimana diatur dalam AD/ART.

“Justru mereka memberikan dukungan kepada kandidat siapa saja itu adalah amanat AD/ART dalam dinamika menjelang munas sampai pelaksanaan munas,” jelasnya. (Syarif).

Berita Lainnya

Dukungan dari Golkar Daerah Terus Mengalir ke Bamsoet

visioneernews

PBS: Partai Berkarya Ingin Masuk 5 Besar Partai Pemenang Pemilu 2019

visioneernews

Dukung 02, Erwin Aksa Putuskan Nonaktif dari Golkar

visioneernews

Video Prabowo Nyaris Terpeleset Saat hendak Diarak Ribuan Massanya

visioneernews

Tidak Kondusif, Fahira Minta KPU di Debat Ketiga Steril “Tim Hore”

visioneernews

Kritik Pernyataan Hendropriyono, Prabowo: Bersifat Rasis dan Berpotensi Mengadu Domba

visioneernews