Home » Beli Ruko secara Legal, Bos Oval Advertising Diusik Pihak Bersengketa
HUKUM

Beli Ruko secara Legal, Bos Oval Advertising Diusik Pihak Bersengketa

Jakarta,visioneernews-Agus Salim berucap syukur, keadilan hukum berpihak kepadanya. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding perkara jual beli ruko yang diajukan M. Alidjon bersama saudaranya. Pengusaha periklanan ini minta aparat penegak hukum menindak segala bentuk pelanggaran hukum di bidang properti.

“Pasalnya, banyak masyarakat yang terjebak membeli properti secara legal, namun di kemudian hari ternyata tanah dan bangunan tersebut dalam kondisi sengketa dengan pihak lain. Kejadian ini seperti ini menimpa diri saya,” kata Agus Salim, CEO PT Oval Avertising di kawasan Jembatan Dua, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Pria yang biasa disapa Agus Oval ini membeli ruko, namun ternyata bangunan empat lantai tersebut terjadi sengketa antara penjual dan enam pihak saudara kandungnya. Di antara mereka mengklaim sebagai ahli waris dari orangtuanya. Akibat sengketa tersebut, Agus terkena getahnya atas hak kepemilikan terhadap properti tersebut.

“Sebagai warga negara yang patuh hukum dan taat bayar pajak, saya mohon perlindungan hukum dari aparat berwenang,” ujar Agus.

Agus menuturkan, tahun 2017 ia membeli sebuah ruko milik Hioe Se Tjoan di Jalan Keagungan, RW 06, Kelurahan Keagungan, Kececamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Sebelum membeli, Agus terlebih dulu memeriksa kelengkapan dan keabsahan surat-surat kepemilikan ruko. Di sertifikat tertulis nama Hioe Se Tjoan sebagai pemilik ruko. Setelah terjadi kesepakatan, Agus membeli ruko milik Hioe Se Tjoan seharga Rp 7,2 miliar melalui kredit sebuah bank, dan sertifikat tersebut dipegang pihak bank.

Namun tak berapa lama kemudian Agus baru mengetahui bahwa kepemilikan ruko atas nama Hioe Se Tjoan sedang digugat oleh enam pihak saudara dari sembilan saudara kandungnya sendiri, antara lain M Alidjons, Maya Ratna, Hioe Nyet Sioe, Natasia Hioe, Ferdinal Hioe, Eka Budiman, dan Hioe Sie Tjah.

Para penggugat ini terdiri dari saudara kandung maupun keponakan. Sedangkan tiga saudara lainnya tidak ikut menggugat karena tahu properti yang dimaksud milik pribadi Hioe Se Tjoan, sehingga mereka turut digugat kelompok M. Alidjons.

Agus mengungkapkan, inti dari sengketa tersebut, pihak penggugat yang terdiri dari enam bersaudara mengklaim tanah seluas 324 M2 berikut bangunan tiga unit ruko adalah warisan dari almarhum orangtua mereka bernama Hioe A Sie (meninggal tahun 1982) dan Phang Khioek Thauw (meninggal tahun 2005). Pasangan suami-isteri ini dikaruniai sepuluh orang anak.

Mereka menuntut tanah dan bangunan tersebut dibagi untuk sepuluh orang, termasuk Hioe Se Tjoan. Sebaliknya, Hioe Se Tjoan mengklaim bahwa lahan tersebut milik pribadinya yang dibeli seharga Rp 240 juta.  Selanjutnya, pada 1998 dia membangun tiga ruko masing-masing empat lantai, menghabiskan biaya Rp 540 juta. Adapun ruko warisan orangtua mereka terletak di Jalan Keamanan yang saat ini dikuasai salah satu saudaranya.

Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding M. Alidjon bersaudara.

Ketika perkara ini bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta, majelis hakim menerima gugatan M. Alidjon bersama saudaranya. Kejadian berbeda ketika perkara ini berlanjut di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Berdasarkan putusan PT DKI Jakarta bernomor 598/PDT/2018/PT DKI, majelis hakim yang dipimpin Elang Prakoso Wibowo, SH, MH,  menolak banding yang dilakukan M Alidjons bersaudara tersebut. Hakim juga memerintahkan Juru Sita PN Jakbar untuk mengangkat Sita Jaminan atas tanah dan bangunan tertanggal 14 Desember 2017.

Dengan demikian Hioe Se Tjoan dinyatakan sebagai pemilik sah properti tersebut. Mestinya, enam bersaudara itu menggugat ruko lainnya yang terletak berdekatan dengan ruko yang telah dibeli Agus.

Agus berharap agar masalah tersebut dapat cepat selesai. Sebab, jika sengketa berjalan berlarut-larut, merugikan dirinya yang sudah membeli ruko itu. Ruko warna oranye itu dibeli atas nama perusahaan milik Agus, yakni PT Oval Trijaya Raya.

“Rencananya bangunan itu akan kami jadikan tempat usaha kos dan menampung UMKM bidang kuliner,” ujar Agus yang juga mantan pengurus organisasi wartawan. (Syarif)

 

Berita Lainnya

Diduga Melakukan Perusakan Rumah, Seorang Warga Korsel Dipolisikan Tetangganya

visioneernews

Hotel Papandayan Milik Surya Paloh Digugat Mantan Buruhnya Rp 6,1 Miliar

visioneernews

Minta Keadilan, Wartawan Senior Surati Presiden Joko Widodo

visioneernews

Dari 112.523 Napi Muslim Terima Remisi, 517 Orang Bebas saat Lebaran

visioneernews

Awas Ada KPK Gadungan, Begini Modus Penipuannya

visioneernews

Sule Digugat Cerai Istri karena Lebih Memilih Moge?

visioneernews