Home » Bupati Soekirman Tak Sekadar Luncurkan Program Inovatif, Tapi Berkelanjutan
FIGUR

Bupati Soekirman Tak Sekadar Luncurkan Program Inovatif, Tapi Berkelanjutan

Penulis: Syarifudin Bachwani

MEGAWATI Soekarnoputi, ketika menjabat Presiden kelima RI (2001-2004), menerbitkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Serdang Bedagai di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Serdang Bedagai merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Deli Serdang. Sei Rempah merupakan  Ibu Kota Serdang Bedagai.  

Saat ini Kabupaten Serdang Bedagai dipimpin Bupati Ir. H. Soekirman (periode 2016-2021). Pria kelahiran Perbaungan, Serdang Bedagai, 6 April 1955, ini paham betul seluk beluk wilayah yang dipimpinnya itu. Soekirman pernah menjabat Wakil Bupati Serdang Bedagai sejak 5 Agustus 2005 hingga 16 Juni 2013. Ia juga pernah menjabat Plt. Bupati Serdang Bedagai sejak 5 Juli 2013 hingga 8 Agustus 2015.

Bupati Soekirman bersama Wakil Bupati Darma Wijaya mengusung visi: Menjadikan Kabupaten Serdang Bedagai sebagai Kabupaten yang Unggul, Inovatif, dan Berkelanjutan’.  Melalui visi ini, Soekirman-Darma Wijaya ingin daerah yang memiliki luas wilayah 1.952,38 kilometer persegi, terdiri dari 17 kecamatan, 237 desa, dan 6 kelurahan, lebih maju dan berkembang.

Di periode ini, Soekirman ingin memaksimalkan semua potensi yang ada di Serdai Bedagai, baik dari bidang sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) lebih unggul. Terobosan inovatif pun diluncurkannya.

Bupati Soekirman memperlihatkan beras organik hasil petani Serdang Begadai

Bagaimana putra Jawa kelahiran Sumatera Utara ini mewujudkan harapan masyarakat Serdai Bedagai, berikut wawancara Visioneer dengan Bupati Soekirman di Jakarta, baru-baru ini.

Sebagai Wakil Bupati dan kini menjabat Bupati, Anda tentu sudah mengetahui kondisi Serdai Bedagai. Akan Anda bawa ke mana daerah ini?

Visi kami (sebagai Bupati dan Wakil Bupati) adalah menjadikan Kabupaten Serdang Bedagai yang unggul, inovatif, dan berkelanjutan. Kami juga ingin Serdang Bedagai menjadi daya tarik dan tujuan para calon investor potensial. Unggul dalam artian menjadi leading sector  dari semua yang dimiliki Serdang Bedagai. Potensi yang ada di Serdang Bedagai yaitu pertanian, perkebunan, pariwisata, perikanan dan industri.

Untuk sektor pertanian, misalnya, bagaimana menjadi unggul.  Sebagai produsen pertanian, kami memang surplus. Hasil pertanian Serdang Bedagai menyumbang 25 persen sektor pertanian Provinsi Sumatera Utara. Tapi, kami ingin menciptakan nilai tambah dari sektor pertanian. Karena, jika produktivitasnya tinggi, tapi harga jualnya masih murah, kasihan para petani di Serdang Bedagai.

Jadi, salah satu unggulannya, misalnya, produksi dari beras biasa ditingkatkan menjadi beras organik. Beras organik jika memenuhi pasar lokal dan sudah bersetifikasi, bisa diekspor. Misalnya ke Malaysia, Singapura, dan negara-negara lainnya.

Bupati Soekirman memperkenalkan produk pertanian di acara The 4th Asian Local Governments for Organic Agriculture (ALGOA).

Pertanian sistem organik sudah diterapkan?

Pertanian organik bersertifikat sekarang sudah bertumbuh di Serdang Bedagai. Kami juga sudah berkolaborasi dengan Kota Tebing Tinggi dan Kota Binjai untuk mengembangkan beras organik ini sampai ke internasional. Karena, sejak dua tahun lalu kami menjadi anggota Asian Local Governments for Organic Agriculture (ALGOA).

Daerah mana saja yang sudah menerapkan konseppertanian organik?

Pembangunan sektor pertanian organik di Serdang Bedagai sudah menerapkan integrasi padi dengan ternak sapi. Kami bekerjasama dengan Badan Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Letaknya di Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai,  yang sampai sekarang menjadi sentra produksi pertanian.  

Konsep pertanian di Desa Lubuk Bayas ini sudah tidak menggunakan bahan pestisida kimia. Termasuk air sungai yang mengalir ke irigasi tidak langsung masuk ke area persawahan. Tapi airnya direservoir dulu dalam sebuah tandon air, setelah itu baru dialirkan ke sawah. Kebetulan pembangunan bendungan untuk irigasi kita yang terbesar di Sumatera Utara. Bendungan yang ada di Serdai Bedagai mengairi 18.500 hektar sawah. Makanya kami mempunyai 40.000-an area persawah dengan sistem irigasi teknis.  

Untuk sektor hortikultura?

Pembangunan di sektor hortikultura, misalnya komoditas sayur mayur dan buah-buahan. Untuk buah-buahan, di sana trendnya jambu madu, buah naga, dan pisang. Untuk sayur mayur seperti sawi, kucai, pare, ketimun, dan sayuran lainnya. Kami sedang mengupayakan komoditas hortikultura juga mengikuti sertifikasi. Untuk komoditas padi organik, kami sudah bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi LeSos (Lembaga Sertifikat Organik Seloliman) di Mojokerto, Jawa Tengah. Saat ini pemasaran buah dan sayur mayur dari Serdang Bedagai sudah masuk ke Medan.  

Bupati Soekirman menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori Tingkat Madya oleh Menteri PP dan PA, Yohana Yembise

Kami bersama aparatur Kota Tebing Tinggi dan Binjai yang menjadi anggota ALGOA setiap tahun diundang ke Goesan, Korea Selatan. Kita melakukan pertemuan dengan farming blower se-Asia untuk membahas  dan mempelajari teknik pengembangan pertanian.

Penciptaan nilai tambah ke komoditas lainnya?

Selain mengembangkan padi, sayuran, dan buah-buahan, kita juga sedang mengupayakan nilai tambah pada komoditi perikanan. Karena, jika nelayan hanya menjual ikan basah saja, harganya lebih murah dan cepat membusuk. Tapi, jika diolah menjadi ikan asap harga jualnya bisa lebih mahal. Kemudian, jika produksi petani dan nelayan itu sudah di-packaging akan lebih menarik, dan bisa dibeli kunsumen, misalnya untuk oleh-oleh.

Ikan asap itu tahan lama, sebulan atau dua bulan masih bisa dikonsumsi. Yang menarik, tertera pula resep cara memasak ikan asap, misalkan ingin dibuat gulai dan olahan lainnya. Cara ini untuk meningkatkan produksi dan untuk meningkatkan nilai jual.

Kemudian singkong. Di Serdang Bedagai ada 14 pabrik tapioka. Kita juga menjadi sentra produksi makanan opak dan dodol. Sementara untuk kerajian home industry, kami sedang mengembangkan kerajinan anyam-anyaman berbahan daun pandan. Produk kerajinan anyam-anyaman ini permintaannya sangat besar, salah satunya oleh Maladewa. Kita bekerjasama dengan Dekranasda. Dinas-dinas terkait di Pemkab Serdang Bedagai juga membantu dan membina para pengrajin dalam membuat packaging yang bagus dan menarik.

Apa yang bisa diinformasikan dari sektor perkebunan?

Di Serdang Bedagai teradat 190 ribu hektar perkebunan yang ditanami sawit, karet, dan kakao. Komoditi perkebunan ini dikelola oleh perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan ini sudah mempunyai pasar untuk menjual hasil perkebunannya. Sektor perkebunan pun menjadi ikon Pemkab Serdang Bedagai.

Bagaimana IPM Pemkab Serdang Bedagai?

IPM-nya sekarang ini masih 6,9 persen.  Pertumbuhan IPM yang belum tinggi itu memang  menjadi persoalan tersendiri bagi daerah yang banyak memiliki sektor perkebunan. Di Karo, misalnya, hampir dikatakan jarang ada ada tanaman sawit dan karet, karena daerahnya pegunungan.  Tapi, IPM di Karo 70 persen. Demikian pula di daerah Toba, IPM-nya lebih tinggi.

Bidang pendidikan menjadi perhatian serius Bupati Serdang Bedagai, Ir H Soekirman

Faktor belum tingginya IPM?

Setelah kami selidiki, daerah-daerah yang memiliki perkebunan lebih mudah mencari uang. Orang jadi malas bersekolah. Sedangkan IPM itu ukuran bobot paling tinggi dari bidang pendidikan. Pendidikan di Serdang Bedagai pertumbuhannya rata-rata baru 9 persen. Itupun rata-rata  untuk lulusan SMP. Jika di Toba, ukurannya sudah lulusan SMA. Orang Batak itu walaupun miskin kampungnya, tapi semangat bersekolahnya tinggi, karena mereka ingin keluar dari kemiskinan.

Tapi di daerah-daerah sentra perkebunan, mereka agak mudah mendapatkan uang. Dulu kami heran, secara kasat mata, daerah kami lebih makmur. Infrastukrur jalannya pun sudah bagus. Tapi kok IPM-nya belum tinggi. Di Serdang Bedagai memang sudah ada yang menjadi sarjana dan doktor, tapi jumlahnya belum signifikan.

Fasilitas dan sarana pemerintahan menjadi penting untuk mempercepat pelayanan publik. Semua sudah memadai?

Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai baru mempunyai kantor UPT untuk pelayanan  perizinan, yang sekarang menjadi PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu),  diresmikan oleh Pak Mohammad Ma’ruf, Menteri Dalam Negeri, ketika itu.

Kemudian, kami sudah mempunyai 11 kantor Kecamatan, kemudian dikembangkan menjadi 17 kantor Kecamatan. Kantor Bupati sendiri sampai sekarang belum ada. Karena kita lebih mengutamakan kantor pelayanan publik.

Saya waktu masih menjabat Wakil Bupati Serdang Bedagai juga berpikiran, untuk apa kantor Bupati yang besar. Toh, saya hanya membutuhkan satu meja saja. Pembentukan Kabupaten Serdang Bedagai memang agak berbeda dengan pembentukan kabupaten lainnya. Dulu, kami belum mempunyai perkantoran, baik kantor Polisi, Jaksa, DPRD, dan kantor lainnya. Jadi, kantor Camat itulah dijadikan kantor Bupati. Sekarang sudah dibangun kantor DPRD, Kejaksaan, BPS, Polisi, BPN, dan terakhir dibangun kantor Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama.

Bupati Soekirman didaulat menjadi keynot speaker di acara WHRCF tahun 2018 yang digelar INFID di Kim Dae Jung Convention Center, Gwangju, Korea Selatan

Jadi, semua infratruktur perkantoran sudah ada di Serdang Bedagai. Hanya kantor Bupati yang belum ada. Saya berpikiran, biarlah anak-anak (pegawai SKPD Pemkab Serdang Bedagai) terlindung dari hujan dan bisa tidur pulas, sementara saya sebagai Bapak (Bupati), untuk sementara menumpang di kantor mereka.

Tapi sekarang, kami sudah membuat design pembangunan kantor Bupati, dan sudah ada lahannya 10 hektar. Kami sudah mengusulkan ke Ditjen Otda, Kemendagri. Karena penduduk Serdang Bedagai mayoritas umat Muslim, maka di area perkantoran Bupati dibangun pula Masjid Agung. Masjid ini akan menampung seribu jamaah. Mudah-mudahan akhir tahun ini pembangunan Masjid Agung sudah selesai.

Berapa PAD dan APBD Serdang Bedagai?

PAD Kabupaten Serdang Bedagai sekarang Rp 140 miliar, sementara APDB Rp 1,6 triliun. Sekarang di Serdang Bedagai juga sudah dibangun jalan tol, panjangnya 45 kilometer. Jarak tempuh dari Bandara Internasional Kualanamu Medan hanya sekitar 30 menit ke Serdang Bedagai.

Karena jarak tempuhnya hanya 30 menit, kadang mereka yang berkunjung ke Serdang Bedagai balik lagi menginap di Medan. Itulah yang menjadi tantangan kami. Kami berupaya menjaring wisatawan domestik yang mengunjungi objek-objek wisata di Serdang Bedagai. Selain terdapat wisata alam, kami juga mengembangkan wisata hertitage, salah satunya wisata perkebunan.

Wisata alam di Serdang Bedagai ada wisata pantai yang dilengkapi sekitar 14 resort, dan arum jeram.  Kami juga mempunyai tempat wisata Pulau Berhala di periarian Selat Malaka yang banyak dikunjungi wisatawan. Wisatawan bisa melakukan aktivitas snorkeling, dyving, fishing, dan hiking.

Program pembangunan lainnya yang sedang digagas Pemkab Serdang Bedagai?

Kami sedang merancang pembangunan waterfront city, yaitu konsep untuk pengembangan daerah tepian air, baik itu tepi pantai, sungai, ataupun danau. Jadi, waterfront city ini suatu proses dari hasil pembangunan yang memiliki kontak visual dan fisik dengan air, sehingga pembangunan wajah kota berorientaasi ke arah perairan.

Dari sisi ekonomi, sosial, dan budaya, keberadaan waterfront city memiliki keunggulan lokasi yang dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Warga Serdang Bedagai pun nantinya mempunyai kegiatan sosio-ekonomi yang berorientasi ke air dan darat, dengan menonjolkan pula peninggalan sejarah, budaya, dan adat istiadat Serdang Bedagai.(v)

Berita Lainnya

Terobosan Hendrar Prihadi Jadikan Semarang Semakin Hebat

visioneernews

Ajib Hamdani: Target Saya Satu Juta Warga Binaan

visioneernews

Ketum REI, Soelaeman Soemawinta: REI Paling Banyak Bangun Rumah Rakyat

visioneernews

Sasaran Bidik Erzaldi Rosman Membangun Babel

visioneernews

Anto Suroto: UKM dan IKM Ruang Usaha yang Seksi

visioneernews

Cara Nikson Nababan Melahirkan SDM Unggul di Taput

visioneernews