Home News Goverment Figur Pilkada Berita Wisata Budaya Daerah Otomotif Olahraga

Kuasa Hukum Habib Bahar Ungkap Kejanggalan Penanganan Perkara Kliennya

Jakarta,visioneernews-Sugito Atmo Prawiro, salah satu kuasa hukum Habib Bahar bin Smith, menduga kliennya memang sedang dibidik. Ketika Habib Bahar melakukan kesalahan, maka di-blow up begitu hebatnya.

Sebagai kuasa hukum, Sugito mengakui bahwa sikap Habib Bahar terlalu emosional. Perbuatan main hakim sendiri tidak dibenarkan dalam hidup bernegara. Namun semua ini tidak akan terjadi, jika hukum berjalan dengan adil.

“Tidak mungkin ada akibat, tanpa adanya sebab,” kata Sugito ketika dikonfirmasi visioneernews.com, Jumat (21/12/2018).

Dia menuturkan, kasus ini bermula adanya aksi penipu yang mengatasnamakan diri sebagai Habib Bahar bin Smith. Habib Bahar adalah Pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Pelaku, yang belakangan diketahui berinisial CAJ (18), kerap memposting perilaku yang tidak sepatutnya diperbuat oleh seorang agamawan di media sosial. Seperti merokok sambil menyetir mobil dengan kaki. CAJ bahkan bersama rekannya MZ (17), ungkap Sugito, diketahui kerap meminta uang kesana kemari. Meminta biaya tiket pesawat atau operasional lainnya ketika mengaku ingin memberikan ceramah di suatu acara. Namun, pelaku tidak pernah datang ke acara tersebut untuk memberikan ceramah.

“Usut punya usut, ternyata kedua penipu ini sudah berkali-kali dilaporkan oleh yang bersangkutan. Namun, tidak juga ada tindakan dari aparat. Padahal, perbuatan menipu dan mencemarkan nama baik seseorang itu merupakan tindak kejahatan,” papar Sugito.

Sugito menduga, akibat sikap hukum yang tumpul inilah Habib Bahar akhirnya main hakim sendiri. Terlepas dari segala alasan yang ada, Sugito menyangkan sikap Habib Bahar.

“Saya bukan tipe orang yang membabi buta membela orang yang diduga melakukan kesalahan. Namun anehnya, saya juga bertanya-tanya, dalam kasus ini dimanakah letak keadilan ketika para penipu dibebaskan? Padahal mereka juga adalah penjahat yang melakukan penipuan,” bebernya.

Sugito mengibaratkan ada maling digebukin warga, yang digebukin ditangkap. Sedangkan malingnya dibebaskan.

“Hukum mana yang membenarkan ini?” tanyanya.

Melihat kejanggalan dalam penanganan perkara ini, Sugito menduga kliennya, Habub Bahar, memang sedang dibidik. Dan bidikannya pun tepat sasaran.

“Ketika Habib Bahar melakukan kesalahan, maka di-blow up dengan begitu hebatnya untuk menggoyahkan perjuangan umat,” tukasnya.

Sugito mengungkapkan kejanggalan lain dalam penetapan kliennya sebagai tersangka dalam perkara penganiayaan terhadap CAJ dan MZ. Ia lantas mengirimkan surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani oleh CAJ dan orangtuanya IS, tertanggal 7 Desember 2018. Dalam surat pernyataan itu CAJ menyatakan  bahwa ia telah diintrogasi oleh gurunya Habib Bahar bin Smith. Habib Bahar sempat memukul wajah bagian kiri CAJ secara halus.

“Saya pun mengangap semua ini adalah pembelajaran. Tetapi, bukan penganiayaan terhadap saya,” kata CAJ dalam surat pernyataan itu.

CAJ juga mengutarakan permohonan maaf atas perilakunya terhadap Habib Bahar. Ia menganggap semua ini sebagai pembelajaran bagi dirinya sebagai murid dari Habib Bahar.

“Kejanggalan lain, dalam video yang beredar terlihat seseorang sedang melakukan penganiayaan di sebuah lapangan terbuka. Pelaku penganiayaan itu diduga Habib Bahar. Tapi kok tangan kanan orang itu bertato?” ungkap Sugito.

Habib Bahar bin Smith sendiri telah mengenakan baju tahanan setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Jawa Barat atas kasus penganiayaan terhadap CAJ dan MZ pada 1 Desember 2018. Penahanan Habib Bahar melalui surat resmi yang dilayangkan Polda Jabar pada Selasa (18/12/2018). (Rif)

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.