Jika Tidak Ada Langkah Ini, Rosan: Ekonomi Indonesia Gagal Capai Nomor 6 di Dunia

Jakarta,visioneernewsKetua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyatakan, kekuatan ekonomi Indonesia diprediksi  bakal berada di nomor 6 dunia pada tahun 2030.  Namun, ia menyangsikan pemerintah mencapai peringkat itu, jika suasana di Indonesia tidak kondusif.

“Di dalam ruangan ini kita bukan lagi pendukung 01 atau 02, tetapi sebagai pendukung Sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Karena persatuan, kebersamaan yang kita butuhkan saat ini,” kata Rosan P. Roeslani dalam sambutan pertemuan pimpinan dan anggota Kadin bertemakan “Merajut Kebersamaan untuk Indonesia Damai” di Djakarta Theater, Jakarta, Selasa (23/4/2019) malam.

Rosan mengajak semua pengusaha nasional untuk  menjaga   persatuan, kesatuan, dan kebersamaan dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi yang sudah semakin baik saat ini.

“Kita menjalankan proses demokrasi ini cukup panjang, tujuh bulan. Cukup melelahkan buat kita semua. Kita menonjolkan perbedaan.  Kita menonjolkan bahwa kita lebih baik. Kita menonjolkan bahwa kita paling benar. Saat ini, marilah kita hilangkan itu semua. Marilah kita berjabat tangan. Marilah kita berpelukan. Marilah kita merangkul saudara-saudara kita untuk menuju arah yang sama, untuk kepentingan yang lebih besar,” tutur Rosan.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini adalah kekuatan ekonomi nomor 15 terbesar di dunia. Diprediksi oleh banyak konsultan asing, baik dari dalam maupun luar negeri, ekonomi Indonesia akan menjadi nomor 6 atau 7 terbesar di dunia pada tahun 2030.  Bahkan menjadi kekuatan ekonomi nomor 4 di dunia pada tahun 2045.

Namun, sergahnya, hal itu tidak akan terwujud jika tidak adanya kestabilan politik, keamanan, serta ekonomi yang berkesinambungan.

“Karena itu, marilah kita langkahkan kaki kita bersama untuk mencapai tujuan yang besar itu,” ajak Rosan kepada para pengusaha nasional.

Rosan juga meyakini Jokowi dan Prabowo memiliki jiwa negarawan.  Kedua orang negarawan itu tidak akan mengutamakan kekuasaan dengan mengorbankan masyarakat. Dia selalu mengutamakan kepentingan rakyat, persatuan, dan kesatuan di atas segalanya.. Karena itu,ia yakin ujung dari demokrasi ini akan berakhir bahagia dan ceria.

“Rakyat telah memilih. Marilah sesuai arahan Bapak Presiden, kita bersabar menunggu keputusan resmi dari KPU, paling lambat keluar hasilnya paling lambat 22 Mei 2019. Semoga keputusan KPU ini dapat kita terima dengan lapang hati. Demi Indonesia yang maju, marilah kita bersama-sama berpelukan untuk menyongsong masa depan Indonesia lebih baik dan lebih jaya,” paparnya.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain Dewan Kehormatan Kadin Aburizal Bakrie, pengusaha sekaligus Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia, hingga pengusaha yang menjadi anggota Tim Relawan Prabowo-Sandiaga, Erwin Aksa. (Syarif)

Related posts

YM Dorong Jutaan Pengguna Paytren jadi Anggota KopetasKoperasi

visioneernews

Puspayoga Serahkan Dana Bantuan Wirausaha Pemula kepada 20 Mahasiswa

visioneernews

Ketika Indra dan Mudita Merasa Gembira Menerima Dana Bantuan Wirausaha

visioneernews

Di Hadapan Presiden, Ketum KADIN Banggakan Zubaidi, Tukang Sampah Jujur

visioneernews

Eskpedisi Kopi Nusantara akan Hadir di Wamena

visioneernews

Defisit Neraca Perdagangan Capai USD 2,5 Miliar, Bamsoet Minta Pengusaha Genjot Perekonomian Nasional

visioneernews

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy