Home » Ketum HIPMI Mardani: Timnas Sepakbola Kalah dari Vietnam, karena SDM Indonesia Kalah Tangguh
BISNIS

Ketum HIPMI Mardani: Timnas Sepakbola Kalah dari Vietnam, karena SDM Indonesia Kalah Tangguh

Jakarta,visioneernews-Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Penguasa Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H. Maming, menyatakan kalahnya timnas sepakbola Indonesia di babak final dengan Vietnam di Sea Games, karena kalah tangguh dari sisi SDM.

Hal tersebut disampaikan Maming H. Mardani ketika menjadi pembicara dalam kegiatan Milenial Fest 2019 di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Padahal, menurut Mardani, jumlah penduduk Vietnam sekitar 96 juta jiwa, sementara Indonesia 250 juta jiwa. Mardani berharap dengan jumlah sebesar itu SDM di Indonesia dapat lebih berkompetensi dan andal dalam berbagai bidang.

“Kemarin kita kalah 3-0 dalam pertandingan sepak bola Sea Games melawan Vietnam. Mereka mungkin unggul karena strategi permainan sepak bolanya lebih baik, atau karena SDM-nya lebih tangguh. Padahal jumlah penduduk kita 250 juta jiwa, sedangkan Vietnam jauh. Ini karena apa? Karena kita tidak disiapkan untuk menghadapi arus kompetisi,” ujar Maming.

Sebagai Ketum BPP HIPMI, Maming mengajak seluruh generasi milenial untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara tetangga dalam bidang apapun.

“HIPMI bersama pemerintah saling bersinergi untuk mempersiapkan para milenial agar menjadi SDM yang unggul dan kompetiti,” pungkas Mardani.

Menurutnya, Indonesia tengah memasuki masa bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif yakni 15- 64 tahun ke atas akan lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia tidak produktif yakni berusia 15 tahun ke bawah dan 64 tahun ke atas.

Mardani mengatakan kondisi bonus demografi akan mendatangkan keuntungan dari sisi ekonomi dan mendorong kemajuan peradaban masyarakat bila generasi muda sudah dipersiapkan sejak awal. Namun sebaliknya, kondisi ini juga bisa juga menjadi bencana bagi sebuah negara apabila generasi usia produktif atau milenial tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup baik untuk bersaing di era globalisasi.

“Populasi generasi milenial mencapai 50,36% dari jumlah penduduk usia produktif. Generasi milenial akan memegang kendali atas pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun masa bonus demografi ini dapat menjadi bencana bila generasinya tidak memiliki kompetensi dan kurang berdaya saing,” paparnya.

HIPMI, kata Maning, juga tengah mempersiapkan generasi milenial yang berkompetensi dan andal dalam berbagai bidang usaha melalui berbagai macam program pendidikan dan pelatihan. Antara lain Program HIPMI Perguruan Tinggi, HIPMI Goes to School, HIPMI Goes to Pesantren, serta pelatihan kewirausahaan lainnya di kalangan generasi muda.

Bahkan, selain mendapatkan pelatihan secara teori, kader HIPMI Perguruan Tinggi yang didominasi generasi milenial juga berksempatan menjalin kerja sama bisnis dengan mitra usaha besar yang telah berhasil menguasai pasar dalam negeri.

“HIPMI juga mengajak kader HIPMI Perguruan Tinggi untuk langsung bersinergi dengan mitra usaha yang memang sudah memiliki bisnis yang sustain. Contohnya perusahaan kopi Kapal Api. Hal- hal yang berhubungan dengan bagaimana memulai bisnis kopi, menguasai target pasar, pendistribusian produk, penguatan brand dan lain sebagainya diajarkan langsung oleh mitra bisnis yang telah berkompeten,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu tersebut.

Persaingan dengan Negara Lain

Masa bonus demografi tidak hanya akan dialami oleh Indonesia, namun juga di negara lainnya. Dalam kondisi tersebut persaingan bisnis akan semakin kompetitif. Bahkan Kementerian Ketenagakerjaan pernah menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusahan yang berorientasi kepada kreativitas dan inovasi dalam menghadapi bonus demografi 2030-2040.

“Oleh sebab itu menghadapi ledakan penduduk usia produktif ini kita butuh SDM yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki gagasan yang inovatif dalam menciptakan sebuah usaha yang bermanfaat bagi masyarakat, serta mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja,” kata Mardani. (VN)

Berita Lainnya

Puspayoga Serahkan Dana Bantuan Wirausaha Pemula kepada 20 Mahasiswa

visioneernews

Hingga 7 Januari 2019, Internux dan First Media Layani Lebih 3 Ribu Refund Pelanggan

visioneernews

Ketika Indra dan Mudita Merasa Gembira Menerima Dana Bantuan Wirausaha

visioneernews

VIDVIE Meluncurkan Kartu Keanggotaan Bekerjasama dengan CCI Rewards

visioneernews

Defisit Neraca Perdagangan Capai USD 2,5 Miliar, Bamsoet Minta Pengusaha Genjot Perekonomian Nasional

visioneernews

Kerja Sama BNI Syariah dan PT Cipta Pilar Persada Targetkan Potensi Bisnis Rp 31,1 M

visioneernews