Home » LIRA dan KBRI Bantu Bebaskan DJ Rere dari Tahanan Imigrasi Malaysia
INTERNASIONAL

LIRA dan KBRI Bantu Bebaskan DJ Rere dari Tahanan Imigrasi Malaysia

Kuala Lumpur,visioneernews-Setalah sempat ditahan beberapa hari oleh Imigrasi Malaysia, Ani Rahman Seniawati atau beken dipanggil DJ Rere Monique, akhirnya dibebaskan berkat bantuan LBH LSM LIRA dan KBRI Kuala Lumpur.

Kasus yang menimpa DJ Rere Monique sempat viral di Tanah Air. Pasalnya, wanita kelahiran Seragen, 24 Agustus 1992 ini, ditangkap pihak Imigrasi Malaysia di sebuah club malam di Kuala Lumpur, Jum’at (26/7) sekitar pukul 24.00 (dini hari).

Informasi dari DPP LSM LIRA mengungkapkan Rere ditangkap setelah sempat tampil satu lagu menggoyang sekitar seribu lebih pengunjung di salah satu club malam di Kuala Lumpur. Saat itu pihak Imigrasi Malaysia melakukan operasi penangkapan terhadap 58 orang pengunjung club karena berbagai alasan pelanggaran, termasuk Rere Monique di antaranya.

Keluarga Rere Monique sendiri mengetahui ikhwal penangkapan Dj kondang asal Surabaya ini sesaat setelah terjadinya penangkapan melalui rekan Rere, Oby Saputra di Malaysia.

Menurut Oby, Rere yang sempat diamankan di rumah tahanan Bukit Jalil oleh Imigrasi Malaysia, kemudian dipindahkan ke tahanan Putra Jaya. Berbeda dengan tahanan lain yang tetap ditahan di Bukit Jalil.

Karena tidak adanya kepastian kondisi Rere Monique, pada Minggu (28/7) pihak keluarga Rere Monique menghubungi DPP LSM LIRA di Jakarta, untuk membantu penyelesaian kasus tersebut.

Setelah menerima pengaduan keluarga Rere Monique, Senin (29/7) DPP LSM LIRA berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur. Koordinasi melalui sambungan Whatsap dilakukan LIRA dengan Agung C. Sumirat, Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur.

“Segera kami telusuri dan akan kita koordinasikan dengan Consuller Perlindungan WNI,” ujar Agung.

Informasi dari Gustaf, Staf Atase Perlindungan WNI di Malaysia, mengungkapkan bahwa pihak KBRI Kuala Lumpur bergerak cepat. Pada Rabu (31/7) melalui Atase Perlindungan WNI, mereka mendatangi Imigrasi Bukit Jalil untuk mendampingi dan mengklarifikasi ihwal penangkapan DJ Rere Monique.

Komunikasi dan Koordinasi intensif dilakukan DPP LSM LIRA tidak hanya melalui KBRI Kuala Lumpur, tapi juga dengan berbagai jaringan yang dimiliki di Malaysia. Seperti diketahui LIRA telah melakukan MoU dan kerja sama dengan beberapa NGO Malaysia, di antaranya dengan GPMS dan AGRA.

Pemberitaan tentang penangkapan dan penahanan DJ Rere Monique viral di Malaysia dan Indonesia. Beberapa media yang bahkan memberitakan bahwa penangkapan Rere terkait narkoba.

Seperti dilansir The Star Online, Senin (29/7), DJ Rere ditahan setelah penyelenggara acara tak bisa menunjukkan dokumentasi semestinya yang diperlukan bagi dia untuk tampil di negara tersebut. Datuk Khairul Dzaimee Daud, Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia, mengutarakan pihaknya telah menegur panitia penyelenggara yang menampilkan DJ Rere. Pasalnya, hingga mendekati hari pertunjukan panitia tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Khairul mengatakan, departemennya telah memerintahkan penyelenggara acara untuk tidak melanjutkan acara yang mengundang DJ Rere. Pasalnya, Rere masuk ke Malaysia hanya dengan izin visa kunjungan, bukan untuk bekerja.

Wapres LIRA Tangani Kasus DJ Rere

Pada Kamis, (1/8), Irham Maulidy, Wakil Presiden LIRA bertolak ke Kuala Lumpur Malaysia. Setiba di Kuala Lumpur, Irham Maulidy langsung berkoordinasi dengan penyelenggara acara yang mengundang DJ Rere Monique.

Oby Saputra mewakili penyelenggara/pengundang menyampaikan kronologis dan memastikan keadaan Rere ditahanan imigrasi Putra Jaya dalam keadaan baik dan sehat. Karena sudah malam hari, Ilham Maulidy tidak dapat bertemu Rere pada saat itu juga.

Pagi harinya, Jumat pagi (2/8), Irham Maulidy berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur yang langsung diterima Krishna K.U. Hannan, Wakil Dubes RI di kantor KBRI Kuala Lumpur.

Sekira pukul 12.00 waktu Malaysia, sebelum Sholat Jum’at, Ilham Maulidy mendapat kabar dari pihak Imigrasi Putra Jaya, bahwa Rere Monique dapat dibebaskan dengan membayar Kompound (denda) pada saat itu juga. Oby Saputra pun bergegas membayar denda sekitar 300RM, dan mendapatkan penjelasan bahwa Rere Monique bisa bebas pada hari Senin (5/8).

Sekitar pukul 10.00 waktu Malaysia, Ilham Maulidy bersama Oby dan yang lain, menjemput Rere Monique ke tempat penahanan di Imigrasi Putra Jaya dan mengurus segala keperluan pemulangan seperti tiket, paspor, dan lain-lain. Pukul14.00 semestinya Rere sudah bisa bebas dan dipulangkan ke Indonesia, tapi harga tiket pesawat sangat tinggi, maka akhirnya diputuskan pulang ke Surabaya pada Selasa (6/8) dengan maskapai Air Asia QZ325 pukul 14.00.

LSM LIRA bersama keluarga Rere Monique, menyambut baik pembebasan tersebut. “Komunikasi dan pelayanan yang diberikan oleh Imigrasi Malaysia sangat baik, akomodatif, dan solutif. Semestinya Rere Monique dapat langsung dibebaskan, asalkan manajer penyelenggara kegiatan mau mendatangi pihak imigrasi Putra Jaya. Tetapi mereka (penyelenggara) tidak kunjung datang hingga sampai sepekan ini dan akhirnya pihak Imigrasi melepaskan Rere dengan membayar denda,” tutur Ilham Maulidy.

LIRA mengimbau kepada masyarakat Indonesia yang akan bekerja di luar negeri, agar melengkapi segala persyaratan yang telah ditentukan, seperti paspor, permit (surat ijin), dan visa disesuaikan dengan kepentingan yang akan dilakukan di negara tujuan.

“Kasus yang menimpa Rere Monique jangan sampai terulang, terhadap anda dan keluarga kita semua,” ujar Ilham Maulidy.

Perlu diketahui, lanjutnya, saat ini Pemerintah Malaysia sedang membuat kebijakan pengampunan bagi pendatang illegal untuk dipulangkan tanpa melalui penahanan terlebih dahulu di Imigrasi. Akan tetapi seumur hidup tidak lagi diijinkan (dicekal) datang ke Malaysia. (Rif)

Berita Lainnya

Ucapan Selamat dari Pimpinan Dunia Mengalir ke Presiden Jokowi di KTT G20 Osaka

visioneernews

Leave a Comment