Home » Nasihat BJ Habibie kepada Albiner Sitompul
NASIONAL

Nasihat BJ Habibie kepada Albiner Sitompul

Penulis: Syarifudin Bachwani

Jakarta,visioneernews.com- H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP, mempunyai kenangan tidak terlupakan selama membantu Presiden ketiga RI, Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie. “Yang paling membekas, Pak Habibie menasihati saya agar menghormati perbedaan,” kata Albiner Sitompul.

Presiden ketiga RI, Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) meninggal dunia karena faktor usia yang menua dan gejala sakit yang dideritanya. BJ Habibie meninggal di usia 83 tahun di RSPAD Gatot Subroto pada Rabu, 11 September 2019, sekira pukul 18.05 WIB.

Meninggalnya BJ Habibie tidak hanya membawa perasaan duka bagi keluarganya, rakyat Indonesia, tapi juga orang-orang yang pernah dekat dengan almarhum. Salah satunya adalah H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP, yang saat ini menjabat Ketua Umum Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI).  

Ada hubungan apa antara Albiner Sitompul dengan  BJ Habibie?

Hubungan emosional itu berawal ketika Albiner Sitompul bertugas sebagai Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tahun 1988. Di tahun 1999, Albiner Sitompul yang menjabat Kepala Operasi Seksi Grup A Paspampres, bertugas dan bertanggungjawab mengendalikan dan mengamankan Presiden BJ Habibie.

Sebelumnya, BJ Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden ketujuh RI, menggantikan Try Soetrisno. Ia kemudian dilantik sebagai Presiden ketiga RI pada 21 Mei 1998, menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri sebagai Presiden kedua RI.

Albiner Sitompul ditugaskan selama dua tahun (1999-2001) menjaga keamanan dan keselamatan BJ Habibie, baik ketika ia masih menjabat Presiden hingga posisinya digantikan oleh Abdurrahman Wahid sebagai Presiden keempat RI pada 20 Oktober 1999.

Albiner Sitompul mengungkapkan, situasi politik dan keamanan di masa kepemimpinan Presiden BJ Habibie memang sedang bergejolak. Kondisi negara dalam keadaan tidak menentu.   

Albiner Sitompul cerita, ada situasi menarik, persisnya ketika Presiden BJ Habibie masih tinggal di Wisma Negara.

“Ketika saya sedang mengontrol pasukan di Wisma Negara, tiba-tiba datang Pak Prabowo Subianto.  Kehadiran beliau ingin bertemu Presiden Habibie. Pada saat itu memang tidak ada protokol, layaknya (prosedur) tamu yang ingin bertemu Presiden. Tegas saya katakan, tidak boleh!” ungkap Albiner Sitompul yang pernah menjabat Asisten Toriturial Kodam XVII di Papua.

Hal itu dituturkan Albiner Sitompul ketika menjadi salah satu narasumber Talkshow Rosi di Kompas TV yang dipandu presenter Rosianna Silalahi, Jumat (12/9/2019) malam.

“Berawal dari semua itu, turunlah Pak Sintong Panjaitan. Pak Prabowo kembali memberitahu kedatangannya ingin bertemu Presiden Habibie. Selanjutnya terjadi perbincangan antara Pak Sintong dengan Pak Prabowo,” lanjut Albiner Sitompul.

Konfirmasi Pencopotan Jabatan Pangkostrad

Informasi yang beredar menyebutkan, kedatangan Prabowo Subianto ke Wisma Negara lantaran ia ingin menkonfirmasi kepada Presiden BJ Habibe tentang pencopotan jabatannya sebagai Pangkostrad. Pencopotan jabatan itu terjadi sehari sebelum BJ Habibie akan dilantik menjadi Presiden.

Jenazah BJ Habibie ketika hendak dimakamkan secara kenegaraan di TMP Kalibata, Kamis (12/9/2019). Foto: dok. Okezone

Ketegangan antara kedua tokoh ini sempat dikisahkan dalam sebuah buku ‘Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando’, yang terbit pada 2009 dan ditulis Letjen (Purn) Sintong Hamonangan Panjaitan.

Dalam buku itu, Sintong menjabat sebagai Penasihat Presiden Bidang Pertahanan dan Keamanan.

Tertulis pemicu pencopotan Prabowo Subianto sebagai Pangkostrad, karena BJ Habibie menerima laporan adanya pergerakan pasukan Kostrad dari daerah menuju Jakarta tanpa sepengetahuan Panglima ABRI (TNI) Jenderal Wiranto pada 22 Mei 1998.

Laporan yang diterima BJ Habibie pun dianggap benar. Selanjutnya BJ Habibie berkonsultasi dengan para pejabat tinggi di TNI. Hingga muncul suatu keputusan mengganti Pangkostrad dari Letjen Prabowo Subianto berpangkat kepada Mayjen Johny Lumintang. Prabowo Subianto digeser sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI di Bandung, Jawa Barat.

Sementara itu, menurut mantan ajudan BJ Habibie, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, pertemuan antara BJ Habibie dan Prabowo Subianto kala itu berlangsung secara baik-baik tidak ada hal mencekam

H Albiner Sitompul menghadiri prosesi pemakaman BJ Habibie di TMP Kalibata, Jakarta

“Pertemuan itu baik-baik saja. Pertemuan antara Pak Prabowo dan Pak Habibie itu adalah karena sesuai dengan jabatan saya yang mengantar, menjemput, dan terjadi pertemuan, saksi itu saya, Pak Prabowo dan Pak Habibie,” kata Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, seperti dikutip Tribunews.com, Jumat (13/9/2019).

TB Hasanuddin mengatakan, kisah sebenarnya dari versi Sintong tentang pertemuan antara BJ Habibie dan Prabowo Suabianto adalah kehangatan dan cipika cipiki.

Hormati Perbedaan

Ketika BJ Habibie tak lagi menjabat Presiden, ia sempat menetap di Jerman. Keputusannya meninggalkan Tanah Air ini sempat ditanya oleh Albiner Sitompul.

“Kenapa kita ke luar negeri. Kenapa kita tidak di Indonesia, Bapak cinta Indonesia?” tanya Albiner Sitompul, mantan Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo.

Ditanya demikian, BJ Habibie menjelaskan,” Tompul, saya pahlawan. Saya harus menjaga jangan sampai terjadi gesekan. Tompul saya ingatkan, jangan kau paksakan kehendakmu di dalam perbedaan. Banyaklah mengetahui elemen-elemen perbedaan agar kau hidup dalam perbedaan itu. Kau harus segera menuntaskan semua pekerjaanmu, secara cepat dan tuntas.”

Ketum JBMI, H Albiner Sitompul

Selama BJ Habibie bersama istrinya, Ainun Habibie berada di luar negeri, Albiner Sitompul masih bertugas menjaga keamanan rumah pribadi BJ Habibie.

Dipisahkan oleh aktivitasnya masing-masing, Albiner Sitompul memberi penghormatan terakhir kepada BJ Habibie, ketika jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, pada Kamis (12/9/2019) siang.  

“Setelah tidak menjabat Presiden, beliau banyak cerita kepada saya. Tetapi, yang sangat berkesan bagi saya adalah nasihatnya agar saya jangan memaksakan kehendak di dalam perbedaan,” kenang Albiner Sitompul yang saat ini menjabat Tenaga Pengkaji bidang Diplomasi Lemhanas RI. (Syarif)   

Berita Lainnya

MPR Sepakat Pelantikan Presiden Tanggal 20 Oktober Pukul 14.30 WIB

visioneernews

BWI Mendorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kesejahteraan Ummat

visioneernews

Besok Revisi UU Nomor 13 Tahun 2008 Disahkan, Bamsoet: Kemenag Tak lagi Kelola Dana Haji

visioneernews

Presiden Minta PLN Blak-Blakan Penyebab Padamnya Aliran Listrik di Sebagian Jawa

visioneernews

Pemerintah Tetapkan Tahun 2020 Ada 16 Hari Libur Nasional dan Empat Hari Cuti Bersama

visioneernews

Begini Reaksi Jokowi terhadap 80 Persen Bidang Tanah di Indonesia Belum Memiliki Bukti Hak Kepemilikan

visioneernews