Home » Terpilih sebagai Ketum HIPMI, Mardani Pastikan Gandeng Ajib, Bagas, dan Akbar
NASIONAL

Terpilih sebagai Ketum HIPMI, Mardani Pastikan Gandeng Ajib, Bagas, dan Akbar

Penulis: Syarifudin Bachwani

Jakarta,visioneernews-Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) terpilih, Mardani Haji Maming, berjanji akan menggandeng Ajib Hamdani, Bagas Adhadirga, dan Akbar Himawan Buchari, masuk dalam formatur kepengurusan HIPMI periode 2019-2022. Mardani komit dengan semboyan HIPMI: ‘Siap bertanding untuk bersanding’.

Penegasan Mardani Haji Maming (MHM) tersebut, untuk meredam terjadinya kericuhan saat dilaksananan pemilihan Ketum BPP HIPMI di Jakarta, pada Selasa malam (17/9/2019). Tensi ketegangan mulai terasa ketika pimpinan sidang Musyawarah Nasional (Munas) BPP HIMPI ke-XVI 2019, memberikan kesempatan kepada masing-masing Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (Ketum BPD) untuk memberikan pernyataan dukungan kepada kedua caketum BPP HIPMI tersisa, yaitu MHM dan Ajib Hamdani.

Sebelumnya, caketum Bagas Adhadirgha pada pleno keempat, tiba-tiba menyatakan mengundurkan diri. Bagas lalu menyatakan dukungannya kepada caketum MHM. Sementara caketum Akbar Himawan Buchari (AHB), lebih awal menyatakan mengundurkan diri, dan ia juga memberikan dukungan kepada MHM.

Pendiri dan mantan Ketum HIPMI (1972-1973) Abdul Latief, MHM, Ajib Hamdani, dan Ketum HIPMI (2015-2019) Bahlil Lahadalia sepakat pemilihan ketum HIPMI periode 2019-2022 secara voting

“Kami, pada saat penyampaian visi dan misi menjalin komunikasi dengan baik antara caketum Ajib Hamdani dan caketum Mardani Haji Maming. Dalam perjalanan dan sampai hari ini, kami merasa lebih sreg dengan caketum Mardani Haji Maming,” kata Bagas Adhadirgha saat menyampaikan sikapnya di munas.

Menurut Bagas, dalam sebuah proses politik, perbedaan pandangan politik merupakan suatu keniscayaan.Tapi, sebuah pilihan harus diambil.

“Kami memutuskan bersama-sama dengan caketum Mardani Haji Maming untuk membangun HIPMI,” kata Bagas.

Sementara itu, Ajib  Hamdani mengutarakan, keinginannya maju sebagai ketum, semata-mata kecintaan terhadap HIPMI.

“Apapun hasilnya malam ini. Apapun keputusan terbaik kawan-kawan semua. Apapun pilihan pemilih suara, saya akan terima dengan besar hati. Dan saya akan pastikan kawan-kawan semua, jadi apapun saya, sepanjang kawan-kawan di HIPMI masih membutuhkan saya, saya akan selalu ada buat kawan-kawan semua. Saya siap maju sampai ujung, tapi siap bertanding untuk bersanding,” papar Ajib yang merupakan Ketua Badan Otonom HIPMI Tax Center sekaligus Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI.

Sementara, ketika dilakukan penyampaian secara terbuka, 33 BPD menyatakan dukungannya kepada MHM, dan satu BPD berpihak ke Ajib Hamdani. Berpijak kepada Pasal 11 ayat (2) tentang Peraturan Pemilihan Ketua, pimpinan sidang memutuskan MHM terpilih sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2019-2022.

Keputusan pimpinan sidang diprotes sebagian pihak yang menginginkan dilakukan voting secara langsung oleh peserta penuh yang memiliki hak suara. Suasana munas pun semakin memanas, hingga terjadi kericuhan. Pendiri sekaligus mantan Ketum BPP HIPMI periode 1972-1973, Abdul Latief, bergegas menyambar mikrofon di podium.

“Anak-anakku, tenang, tenang!” teriak Abdul Latief berulang-ulang berusaha meredam kekisruhan di dalam ruangan munas.

MHM dan Ajib Hamdani saat menyaksikan penghitungan suara

Tensi panas peserta munas tak terbendung. Abdul Latief kemudian membawa MHM dan Ajib keluar ruangan munas. Kedua caketum itu diajak musyawarah. Pimpinan sidang munas pun menskor rapat pleno.  

Selanjutnya rapat Ketum BPD terbatas menyepakati dilakukan voting dan menganulir keputusan pimpinan sidang yang terlanjur mengetuk palu MHM sebagai Ketua Umum BPP HIPMI terpilih.

Voting dilakukan di waktu larut malam. Hasilnya, MHM yang merupakan mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mendapat 146 suara dan Ajib Hamdani enam suara. Pimpinan sidang menyatakan MHM sah memimpin BPP HIPMI untuk masa tiga tahun ke depan.

MHM Ajak Menjadi Pengusaha Mandiri

Terpilih sebagai Ketum BPP HIPMI, MHM meyakinkan tetap akan merangkul kandidat ketum lainnya. MHM mengungkapkan, “Musuh saya bukan Akbar, Ajib, dan Bagas. Musuh kita adalah asing yang ingin menguasai sumber daya alam maupun apa yang ada di negara kita.”

Menurut CEO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 ini, semboyan HIPMI ‘bertanding untuk bersanding’ bisa menjadi contoh dan pelopor bagi organisasi yang ada di Indonesia. Siapapun pemenang dalam sebuah pertandingan perebutan ketum BPP HIPMI, harus menggandeng pihak yang belum beruntung.

“Bangsa ini sudah lelah, kita jangan terus menerus diadu domba.  Kita bisa cepat maju apabila dilakukan secara bermusyawarah. Musyawarah itulah yang saya lakukan ketika saya maju sebagai calon ketua umum BPP HIPMI,” ujar MHM ketika menyampaikan visi dan misinya di munas.

Bahlil Lahadalia merangkul Ajib dan MHM untuk bersama-sama membesarkan HIPMI

MHM menuturkan, musyawarah pertama dia dilakukan kepada caketum Bagas. MHM menceritakan titik temu untuk memajukan usaha kecil hingga skala besar.

“Kita bersepakat dan mencocokkan, dan akhirnya saudara Bagas bersedia bergabung bersama saya untuk membesarkan HIPMI. Setelah itu, saya coba berkomunikasi kepada saudara Akbar. Saya coba menyampaikan visi saya tentang HIPMI, hingga saudara Akbar dengan besar hati mau bergabung bersama saya untuk membesarkan HIPMI,” tuturnya.

Selanjutnya, MHM mencoba membangun komunikasi dengan Ajib Hamdani. Tetapi, karena keputusan Ajib tetap maju, maka MHM menghormati keputusan Ajib.

“Saya dan Ajib sama-sama anak dari desa. Harap maklum, jika kami mempunyai semangat yang sama. Saya sendiri hanya anak kepala desa. Bapak saya lahir di kampung, Desa Batulicin. Saya menjadi penambang mulai menjadi pengusaha tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Dan sekarang maju sebagai calon ketua umum BPP HIPMI periode 2019-2022,” papar MHM.

HIPMI menurut MHM, bisa menyelamatkan bangsa dan negara ini untuk keluar dari keterpurukan, jika dilakukan bersama-sama anggota dan pengurus HIPMI.

Pataka HIPMI diberikan kepada MHM untuk meneruskan kepemimpinan di HIPMI selama tiga tahun ke depan

“Karena itu, saya jamin apabila saya diberikan kepercayaan untuk memimpin HIMPI, saudara saya Ajib, akan bersama kita untuk membangun HIPMI ke depan,” MHM menegaskan.

MHM juga menekankan kepada  anak muda, khususnya semua yang tergabung di HIPMI, untuk bisa berdiri di kaki kita sendiri di bumi Indonesia.  Karena itu, MHM ingin mewujudkan para pengusaha muda benar-benar mandiri sesuai cita-cita HIPMI.

“Pengkaderan entrepreneur berjiwa Pancasila, patriot, harus terus dilakukan, sehingga kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata MHM optimis. (VN)

Berita Lainnya

Mendagri Bantah Izinkan Warga Jarah Toko-toko Pascagempa di Palu

visioneernews

Peruntukan SKM Harus Disosialisasikan Masif dan Komprehensif

visioneernews

Selain Mahal, Tim Susur Temukan Masalah Lain Tol Trans Jawa

visioneernews

Presiden Resmikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan

visioneernews

Gelar ACFFEST, KPK Ajak Masyarakat Buat Film Antikorupsi

visioneernews

Besok Revisi UU Nomor 13 Tahun 2008 Disahkan, Bamsoet: Kemenag Tak lagi Kelola Dana Haji

visioneernews